
Uji – Mekkah Matcha Jepang Hanya 20 Menit Naik Kereta dari Kyoto
Temukan Uji, tempat lahir matcha Jepang: perbukitan hijau perkebunan teh, Kuil Byodoin, kedai teh berusia ratusan tahun, serta aneka sajian matcha yang wajib dicoba langsung di tempat.
8 Agu 2026·✍️ olablog·⏱ 5 menit baca
Temukan Uji, tempat lahir matcha Jepang: perbukitan hijau perkebunan teh, Kuil Byodoin, kedai teh berusia ratusan tahun, serta aneka sajian matcha yang wajib dicoba langsung di tempat.
Ketuk wilayah untuk melihat artikel
Jika Anda pernah bertanya-tanya mengapa matcha Jepang memiliki warna hijau giok yang begitu pekat dan cita rasa umami yang dalam, jawabannya ada di sebuah kota kecil bernama Uji, yang terletak di antara Kyoto dan Nara. Selama lebih dari 800 tahun, perbukitan teh di sini memasok daun teh untuk para bangsawan, biksu Zen, dan beberapa ahli teh paling ternama dalam sejarah Jepang. Hingga kini, Uji masih bergerak dengan ritme tenang khas kota teh tradisional: aroma daun teh sangrai tercium di sepanjang jalan, kedai-kedai teh milik keluarga telah diwariskan selama lebih dari sepuluh generasi, dan Sungai Uji mengalir lembut di tengah semuanya, seperti cermin yang memantulkan sejarah selama seribu tahun.
Mengapa Uji dianggap sebagai tanah suci matcha

Uji memiliki ketiga kondisi yang dibutuhkan tanaman yang "rewel" ini: kabut sungai di pagi hari, tanah lereng yang memiliki drainase baik, serta perbedaan suhu yang cukup besar antara siang dan malam. Namun, reputasi Uji benar-benar terbentuk berkat teknik peneduhan yang dikenal sebagai ooishita, yang dikembangkan di sini pada abad ke-16. Sekitar tiga minggu sebelum panen, para petani menutupi tanaman teh dengan jaring atau jerami, sehingga tanaman terdorong menghasilkan lebih banyak klorofil dan L-theanine. Hasilnya adalah daun berwarna hijau lebih gelap dengan rasa manis lembut dan tingkat sepat yang lebih rendah—bahan baku ideal untuk digiling menjadi tencha, lalu diolah menjadi matcha.
Berjalanlah menyusuri Byodoin Omotesando, jalan yang panjangnya kurang dari satu kilometer, dan Anda akan melewati belasan kedai teh dengan papan nama kayu yang telah lapuk. Banyak keluarga masih menggiling matcha secara perlahan menggunakan penggiling granit—setiap penggiling hanya menghasilkan sekitar 40 gram bubuk per jam, sehingga Anda bisa memahami mengapa matcha premium begitu berharga.
Byodoin – kuil yang ada di koin 10 yen

Di jantung kota teh ini berdiri Byodoin, kuil yang telah berusia lebih dari 950 tahun dan diakui UNESCO sebagai Situs Warisan Dunia. Phoenix Hall (Hoodo), yang terpantul di permukaan kolam yang tenang, adalah gambar yang terukir pada koin 10 yen—cobalah mengeluarkan koin dari dompet untuk membandingkannya; inilah semacam "check-in" yang disukai setiap pengunjung. Museum Hoshokan di dalam kompleks kuil memamerkan patung-patung asli Bodhisattva yang menunggangi awan, terawat dengan indah di dalam ruangan bercahaya lembut yang sangat layak dikunjungi.
Tiket masuk ke kompleks kuil sekitar 700 yen. Untuk memasuki Phoenix Hall, diperlukan tiket tambahan dengan waktu kunjungan tertentu (sekitar 300 yen), jadi datanglah lebih awal karena jumlah pengunjung di setiap slot waktu terbatas.

Kedai teh berusia ratusan tahun yang layak dikunjungi

Berikut tiga nama kedai yang layak Anda datangi di Uji:
- Nakamura Tokichi (sejak 1854): Kedai teh paling terkenal di Uji, menempati bekas gudang yang direnovasi dengan indah. Hidangan andalannya adalah jeli teh hijau dingin (jeli namacha) yang disajikan bersama shiratama dan kacang merah. Pada jam sibuk, waktu tunggunya bisa mencapai 1–2 jam, jadi ambillah nomor antrean lebih awal dan gunakan waktu tersebut untuk berjalan-jalan di sekitar Byodoin.
- Itohkyuemon: Pilihan yang lebih terjangkau, dengan parfait matcha berlapis yang disajikan dalam porsi melimpah serta soba teh hijau untuk makan siang ringan.
- Taihoan: Rumah teh yang dikelola pemerintah kota, tepat di tepi sungai, tempat Anda bisa merasakan upacara minum teh singkat dengan harga yang sangat terjangkau (sekitar 1,000 yen)—pilihan yang tepat jika Anda belum pernah mengikutinya.
Jangan lewatkan pula kesempatan untuk menggiling matcha sendiri menggunakan penggiling batu di beberapa kedai teh. Memutar penggiling dengan tangan sendiri, lalu mengocok semangkuk teh dari bubuk yang Anda hasilkan, adalah pengalaman yang tak terlupakan.
Sajian matcha yang wajib dicoba langsung di tempat
Di Uji, matcha jauh lebih dari sekadar semangkuk teh. Sisakan ruang untuk es krim lembut matcha dalam cone, dengan rasa begitu kuat hingga sedikit pahitnya terasa sangat "dewasa"; soba teh hijau dingin (chasoba) yang dicelupkan ke dalam tsuyu; dango panggang yang diolesi saus matcha; serta takoyaki atau kari matcha di beberapa kedai yang lebih kekinian, bagi Anda yang senang bereksperimen. Jika ingin membeli oleh-oleh, sekotak kecil matcha seberat 30–40 gram dari merek yang telah lama berdiri (sekitar 1,000–3,000 yen, tergantung kualitasnya) atau kue kering teh hijau adalah pilihan yang aman dan elegan.
Cara pergi ke Uji dari Kyoto
Ada dua pilihan mudah:
- JR Nara Line: Naik kereta cepat dari Kyoto Station selama sekitar 17–20 menit menuju JR Uji Station, dengan biaya sekitar 250 yen. Ini pilihan paling praktis jika Anda memiliki JR Pass.
- Keihan Railway: Nyaman jika Anda berangkat dari area Gion atau Fushimi Inari; lakukan transfer di Chushojima untuk naik jalur cabang Keihan Uji. Keihan Uji Station berada tepat di dekat sungai, dan berjalan kaki sebentar menyeberangi jembatan akan membawa Anda ke area Byodoin.
Tips rencana perjalanan: menggabungkan Uji dengan Fushimi Inari dalam satu hari adalah pilihan klasik—naiki ribuan gerbang torii pada pagi hari saat suasana masih tenang, pergi ke Uji untuk menikmati chasoba saat makan siang, lalu mengunjungi Byodoin dan bersantai di kedai teh pada sore hari. Jika Anda lebih suka menyerahkan urusan transportasi dan reservasi kepada orang lain, lihat tur Jepang dari OlaChill, yang menawarkan rencana perjalanan Kyoto–Uji yang fleksibel.
Beberapa hal yang perlu diketahui sebelum pergi
Uji paling menyenangkan dikunjungi pagi-pagi sekali dan menjelang sore, sebelum para pelancong harian tiba atau setelah mereka pergi. Musim panen teh (May) dan musim daun musim gugur (akhir November) adalah dua waktu paling menarik untuk berkunjung. Sebagian besar kedai teh tutup cukup awal, sekitar 17:00–18:00, jadi jangan menunda kunjungan ke kedai teh hingga penghujung hari. Yang terpenting, nikmatilah dengan santai: Uji bukan tempat untuk terburu-buru mencentang daftar spot foto. Ini adalah tempat untuk memahami mengapa sebagian orang Jepang dapat mendedikasikan seluruh hidup mereka pada semangkuk teh hijau. Temukan lebih banyak inspirasi untuk perjalanan Anda di Kansai melalui blog perjalanan Jepang OlaChill.
Komentar
Belum ada ulasan — jadilah yang pertama!
Artikel lain di wilayah ini — Kyoto, Nara & Kansai
Lihat semua →
Kyoto dengan Alphard Pribadi: Perjalanan Nyaman untuk Kelompok Kecil
8 min · tips

Menyewa Bus 45 Kursi di Kyoto: Panduan Lengkap Perjalanan Rombongan
9 min · tips

Bus Sewa vs Shinkansen untuk Rombongan: Perhitungan Sebenarnya Tokyo–Kyoto
8 min · tips

Tokyo ke Kyoto dengan Bus Carter: Waktu Perjalanan, Pemberhentian, dan Kapan Pilihan Ini Tepat
9 min · tips