
Pengalaman Satwa di Jepang: Akuarium, Kebun Binatang, Pulau Kucing, dan Monyet yang Berendam di Onsen
Panduan pengalaman satwa di Jepang yang cocok untuk keluarga: Churaumi Aquarium, Asahiyama Zoo, Mother Farm, Aoshima Cat Island, dan monyet salju Jigokudani.
8 Agu 2026·✍️ olablog·⏱ 6 menit baca
Panduan pengalaman satwa di Jepang yang cocok untuk keluarga: Churaumi Aquarium, Asahiyama Zoo, Mother Farm, Aoshima Cat Island, dan monyet salju Jigokudani.
Ada satu hal yang jarang diberitahukan kepada orang sebelum perjalanan pertama mereka ke Jepang: negara ini adalah surga bagi pencinta satwa. Mulai dari akuarium tempat hiu paus berenang anggun di dalam tangki raksasa dan penguin “berbaris” melintasi salju, hingga pulau-pulau yang jumlah kucingnya melebihi manusia serta monyet liar yang dengan santai berendam di sumber air panas, Jepang mengemas kegiatan mengamati satwa menjadi pengalaman yang dirancang dengan sangat baik. Bepergian bersama anak kecil membuatnya semakin menyenangkan: destinasi-destinasi ini bisa memikat tiga generasi dalam satu keluarga sekaligus. Berikut peta pengalaman satwa terbaik di seluruh Jepang.
Akuarium kelas dunia: Churaumi dan Kamogawa Sea World

Churaumi Aquarium (Okinawa) telah terpilih sebagai salah satu akuarium terbaik di Asia selama bertahun-tahun. Daya tarik utamanya adalah Kuroshio Tank yang sangat besar, berisi lebih dari 7.000 ton air. Di dalamnya, hiu paus sepanjang 8–9 meter berenang bersama ikan pari manta, tepat di depan kaca setinggi bangunan dua lantai. Berdiri dalam kegelapan sambil memandang “raksasa lembut” ini meluncur di atas kepala sudah cukup untuk membuat anak-anak maupun orang dewasa terpukau. Tiket masuknya sekitar 2.200¥ untuk dewasa, dengan tiket anak-anak yang lebih murah, dan area pantai di luar akuarium gratis—sangat layak untuk tetap tinggal dan menikmati matahari terbenam.
Kamogawa Sea World (Prefektur Chiba, sekitar 2 jam dari Tokyo) terkenal dengan pertunjukan orca—salah satu dari sedikit tempat di Asia untuk melihat satwa ini. Pertunjukan beluga dan lumba-lumba berlangsung bergantian sepanjang hari, jadi Anda bisa bersantai dan menonton semuanya. Jika menginap di Tokyo dan tidak punya waktu untuk bepergian jauh, Sumida Aquarium di kaki Tokyo Skytree atau Maxell Aqua Park Shinagawa sama-sama merupakan pilihan praktis untuk menghabiskan sore saat hujan.
Ueno dan Asahiyama Zoo: dua gaya, dua penjuru negeri

Ueno Zoo (Tokyo) adalah kebun binatang tertua di Jepang. Letaknya di dalam Ueno Park, sehingga mudah dipadukan dengan kunjungan ke museum. Daya tarik utamanya adalah panda raksasa—datanglah lebih pagi karena area panda sering memiliki antrean panjang. Tiketnya hanya sekitar 600¥ untuk dewasa, sementara anak-anak bisa masuk dengan harga hampir gratis, menjadikannya salah satu pilihan wisata paling terjangkau di Tokyo.
Asahiyama Zoo (Asahikawa, Hokkaido) terkenal karena fokusnya pada “perilaku satwa”. Alih-alih sekadar menempatkan satwa di dalam kandang, kebun binatang ini merancang ruang yang memungkinkan pengunjung mengamati mereka bergerak secara alami—penguin berenang melewati terowongan kaca yang berada di atas kepala pengunjung, sementara beruang kutub menceburkan diri ke air tepat di samping kaca pengamatan. Pada musim dingin, kebun binatang ini mengadakan “barisan penguin” melintasi salju. Sebenarnya, kegiatan ini merupakan rutinitas olahraga bagi para penguin, tetapi kelucuannya membuat perjalanan ke Hokkaido terasa sangat sepadan.
Peternakan ramah anak: Mother Farm dan Furano

Jika anak-anak Anda lebih suka menyentuh, membelai, dan memberi makan satwa daripada sekadar mengamatinya, luangkan satu hari untuk mengunjungi peternakan. Mother Farm (Chiba) berjarak sekitar 1,5–2 jam dari Tokyo dan membentang di perbukitan yang menghadap teluk. Anak-anak dapat memberi makan domba, kambing, dan marmot, melihat domba dicukur bulunya, memerah susu sapi, memetik stroberi musiman, serta menikmati es krim soft-serve yang baru dibuat—camilan yang sering kali “dibantu” dihabiskan oleh orang tua lebih banyak daripada oleh anak-anak.
Di Hokkaido, kawasan Furano – Biei memiliki peternakan yang dikelilingi ladang lavender pada musim panas. Di sini, Anda dapat melihat kuda poni, domba, dan sapi perah dengan latar perbukitan yang diselimuti bunga-bunga ungu. Udara sejuk pada bulan Juli–8 menjadikannya tempat pelarian yang ideal dari cuaca panas bagi keluarga Vietnam yang bepergian selama liburan musim panas.
Aoshima Cat Island dan monyet salju Jigokudani
Berikut dua pengalaman yang “sangat khas Jepang” dan telah menjadi terkenal di seluruh dunia berkat media sosial:
Aoshima Cat Island (Prefektur Ehime) adalah pulau kecil tempat jumlah kucing pernah beberapa kali lipat lebih banyak daripada jumlah penduduknya. Tidak ada restoran, hotel, atau mesin penjual otomatis—hanya kucing, laut, dan desa nelayan yang tenang. Kapal feri hanya melakukan beberapa perjalanan ke pulau ini setiap hari, dan jumlah pengunjung dibatasi, jadi pastikan untuk memeriksa jadwal terlebih dahulu. Jika Aoshima terlalu jauh dari rute perjalanan Anda, “pulau kucing” lain seperti Tashirojima (Miyagi) atau Enoshima dekat Tokyo juga memiliki banyak kucing ramah yang menyukai manusia.
Jigokudani Monkey Park (Nagano) terkenal di seluruh dunia berkat pemandangan monyet Jepang yang berendam di sumber air panas di tengah salju yang turun, dengan mata setengah terpejam seolah sedang bermeditasi. Waktu terbaik untuk berkunjung adalah Desember–3, saat salju menutupi tanah. Dari area parkir, Anda perlu berjalan sekitar 25–30 menit menyusuri jalur hutan, jadi kenakan sepatu antiselip. Monyet-monyet ini benar-benar liar—jangan memberi mereka makan atau menyentuhnya, karena hal itu justru membuat pengalaman terasa semakin autentik. Dari Tokyo, Anda dapat naik shinkansen ke Nagano lalu berganti bus, atau memilih tur sehari yang berangkat dari Tokyo agar tidak perlu mengatur koneksi kereta dan bus saat cuaca bersalju.
Kafe satwa dan etika: pilih tempat yang memperlakukan satwa dengan baik
Tokyo dan Osaka memiliki berbagai macam kafe satwa: kucing, anjing Shiba, landak, burung hantu, kapibara, dan masih banyak lagi. Harganya biasanya sekitar 1.000–2.000¥ untuk 30–60 menit, termasuk minuman. Namun, di sinilah Anda perlu waspada: tidak semua kafe memperlakukan satwanya dengan baik.
Beberapa prinsip untuk memilih tempat yang layak didukung:
- Utamakan kafe kucing dan anjing yang bekerja sama dengan lembaga penyelamatan satwa, tempat satwa bebas bergerak, memiliki area istirahat terpisah, dan staf secara aktif mengingatkan pengunjung agar tidak memaksa satwa untuk digendong atau membangunkan satwa yang sedang tidur.
- Pertimbangkan baik-baik sebelum mengunjungi kafe burung hantu, musang, atau berang-berang—satwa-satwa ini liar dan aktif pada malam hari, sehingga terus-menerus ditambatkan di bawah cahaya terang sepanjang hari dapat menyebabkan stres berat. Banyak organisasi perlindungan satwa menyarankan agar model bisnis seperti ini tidak didukung.
- Amati terlebih dahulu sebelum membayar: Apakah satwa memiliki air minum yang bersih? Apakah ada tempat untuk bersembunyi? Apakah kafe membatasi jumlah pengunjung? Jika Anda melihat satwa dikurung di kandang sempit atau berperilaku sangat lesu, Anda berhak untuk berbalik dan pergi.
- Hal yang sama berlaku untuk atraksi foto bersama satwa: hindari tempat yang membolehkan pengunjung memeluk anak beruang, berfoto bersama harimau, atau memaksa monyet mengenakan kostum dan melakukan trik. Di Jigokudani dan pulau-pulau kucing, keindahannya justru terletak pada membiarkan satwa-satwa tersebut menjadi diri mereka sendiri.
Ide rencana perjalanan dan penutup
Jika Anda menghabiskan 5–7 hari di Tokyo, Anda dapat dengan mudah menggabungkan pengalaman-pengalaman ini: pagi hari di Ueno Zoo, sehari di Kamogawa Sea World atau Mother Farm, serta perjalanan sehari ke Jigokudani pada musim dingin. Di Okinawa, Churaumi wajib dikunjungi, sementara di Hokkaido pada musim panas, sisihkan satu hari penuh untuk Asahiyama dan Furano. Hal yang biasanya paling membekas setelah pengalaman-pengalaman ini bukanlah foto yang sempurna, melainkan binar mata anak Anda saat melihat hiu paus untuk pertama kalinya, atau tawa seluruh keluarga ketika seekor kambing “meminta” makanan tambahan. Lihat lebih banyak ide rencana perjalanan keluarga di blog OlaChill untuk memasukkan destinasi-destinasi ini ke dalam perjalanan Anda berikutnya!
Komentar
Belum ada ulasan — jadilah yang pertama!
Artikel lain di wilayah ini — Lainnya
Lihat semua →
Penjemputan Bandara dengan Alphard dari Haneda atau Narita
8 min · tips

Perjalanan Rombongan Melihat Daun Musim Gugur dengan Bus Sewa di Jepang
9 min · tips

Fitur Bus Pariwisata Jepang: Wi-Fi, Karaoke, Toilet, dan Lainnya
9 min · tips

Harga Sewa Minibus 29 Kursi di Jepang: Apa yang Perlu Diperkirakan
8 min · tips