
Sukiyaki dan Shabu-Shabu di Tokyo: Restoran Terkenal yang Telah Berdiri Lama
Untuk menikmati sukiyaki gaya Kanto tradisional dan shabu-shabu berkualitas tinggi di Tokyo, restoran-restoran yang telah berdiri lama merupakan pilihan yang sangat tepat. Berikut beberapa restoran populer yang wajib dipesan terlebih dahulu, tempat Anda dapat menikmati hidangan istimewa dengan nyaman saat makan siang. Temukan pengalaman bersantap luar biasa di Tokyo bersama OlaChill.
24 Jul 2026·✍️ olablog·⏱ 18 menit baca
Untuk menikmati sukiyaki gaya Kanto tradisional dan shabu-shabu berkualitas tinggi di Tokyo, restoran-restoran yang telah berdiri lama merupakan pilihan yang sangat tepat. Berikut beberapa restoran populer yang wajib dipesan terlebih dahulu, tempat Anda dapat menikmati hidangan istimewa dengan nyaman saat makan siang. Temukan pengalaman bersantap luar biasa di Tokyo bersama OlaChill.
Ketuk wilayah untuk melihat artikel
Tokyo memiliki banyak restoran sukiyaki dan shabu-shabu yang telah berdiri lama dan terus memikat pelanggan dari generasi ke generasi. Khususnya, sukiyaki gaya Kanto yang dimasak dalam saus warishita bercita rasa manis dan gurih, serta shabu-shabu yang mengeluarkan cita rasa terbaik dari setiap bahan, merupakan bagian penting dari budaya kuliner Jepang. Dalam artikel ini, kami akan mengulas lebih dekat keistimewaan restoran-restoran terkenal tersebut dan memperkenalkan tempat-tempat populer yang wajib dipesan terlebih dahulu, tempat Anda dapat menikmati pengalaman makan siang yang mewah namun tetap terjangkau.
Budaya Sukiyaki dan Shabu-Shabu di Tokyo
Sukiyaki di Tokyo umumnya disiapkan dengan “gaya Kanto”: daging sapi terlebih dahulu dipanggang, kemudian dimasak dalam saus warishita bercita rasa manis dan gurih yang terutama dibuat dari gula dan kecap asin. Metode ini memungkinkan saus meresap hingga ke dalam daging dan sayuran, menciptakan cita rasa yang kaya dan sangat cocok disantap bersama nasi. Sementara itu, shabu-shabu dibuat dengan mencelupkan irisan tipis daging sapi atau babi ke dalam kuah panas, lalu menikmatinya bersama saus ponzu atau saus wijen. Hidangan ini merupakan cara sederhana untuk menikmati cita rasa alami daging dan juga populer di kalangan mereka yang memperhatikan kesehatan. Kedua hidangan ini sangat digemari sebagai kuliner khas Tokyo dan sering dipilih untuk jamuan istimewa bersama keluarga dan teman, maupun untuk menjamu rekan bisnis.
Restoran Terkenal untuk Menikmati Cita Rasa Tradisional【Sukiyaki】
Tokyo dipenuhi restoran sukiyaki ternama yang memiliki sejarah lebih dari 100 tahun. Berikut beberapa restoran pilihan yang sangat cocok untuk makan siang dan wajib dipesan terlebih dahulu.
Imahan (いまはん)
Asakusa Imahan didirikan pada Meiji 28 (1895) dan merupakan salah satu nama bersejarah yang tidak boleh dilewatkan dalam pembahasan tentang sukiyaki di Tokyo. Sukiyaki di sini dibuat menggunakan daging sapi Japanese Black yang dipilih secara cermat dan dimasak dengan saus warishita tradisional, menghasilkan harmoni istimewa antara kelembutan daging yang lumer di mulut dan cita rasa manis-gurih. Selain restoran utamanya di Asakusa, Imahan juga memiliki beberapa cabang di berbagai penjuru Tokyo, masing-masing dengan suasana yang khas dan menarik. Saat makan siang, tersedia menu set dan hidangan dalam beberapa pilihan harga yang relatif terjangkau, sehingga Anda dapat merasakan pengalaman bersantap di Imahan. “Sukiyaki Gozen” adalah salah satu menu yang sangat populer. Reservasi wajib dilakukan, terutama pada akhir pekan dan hari libur nasional, sehingga sebaiknya pesan jauh-jauh hari. Per Juli 2026, menu makan siang mencakup pilihan Sukiyaki Gozen mulai dari kisaran ¥5,000, tetapi silakan hubungi masing-masing cabang untuk mengetahui harga pasti dan detail menu.
Ningyocho Imahan (にんぎょうちょういまはん)
Ningyocho Imahan didirikan di Ningyocho pada Showa 31 (1956) sebagai cabang dari Imahan pertama yang didirikan pada Meiji 28. Restoran ini juga merupakan destinasi sukiyaki dan shabu-shabu yang diakui secara luas. Restoran utama Ningyocho dikenal menyajikan sukiyaki dari daging sapi Japanese Black berkualitas tinggi dalam suasana yang tenang dan elegan. Dimasak dalam saus warishita gaya Kanto yang kaya rasa, dagingnya akan mengesankan Anda dengan kualitas istimewanya sejak gigitan pertama. Menu makan siang mencakup beragam pilihan dengan harga relatif terjangkau, seperti set sukiyaki dan kotak nasi steak. Set sukiyaki untuk makan siang sangat populer sebagai cara mudah untuk menikmati cita rasa Ningyocho Imahan, dan terkadang sulit mendapatkan meja tanpa reservasi. Per Juli 2026, harga set sukiyaki untuk makan siang mulai dari kisaran ¥4,000. Reservasi terlebih dahulu juga sangat dianjurkan di sini.
Kakiyasu (かきやす)
Kakiyasu berawal dari toko daging yang telah berdiri lama dan didirikan di Kuwana, Prefektur Mie, pada Meiji 4 (1871). Sukiyaki yang dibuat dari daging premium pilihan berdasarkan pengalaman dan pengetahuan yang diwariskan selama beberapa generasi ini telah lama memuaskan para penikmat kuliner. Perusahaan ini memiliki beberapa cabang di Tokyo, dan restoran-restoran yang berlokasi strategis di kawasan utama seperti Shinjuku dan Ginza sangat menarik untuk dikunjungi. Sukiyaki Kakiyasu memiliki ciri khas saus warishita gaya Kanto yang mengeluarkan cita rasa daging sapi secara maksimal, ditambah persiapan yang dilakukan dengan cermat oleh staf berpengalaman. Menu makan siangnya juga beragam, dengan beberapa pilihan untuk menikmati cita rasa tradisional restoran ini, termasuk set sukiyaki dan hidangan bergaya gozen. Per Juli 2026, Sukiyaki Gozen untuk makan siang tersedia mulai dari kisaran ¥3,000, menjadikannya pilihan yang relatif terjangkau. Karena restoran ini populer, reservasi—terutama untuk makan siang—sebaiknya dianggap wajib.
Restoran Terkenal untuk Menikmati Cita Rasa Tradisional【Shabu-Shabu】
Selain sukiyaki, shabu-shabu yang disajikan restoran-restoran lama di Tokyo juga tak kalah istimewa. Berikut beberapa restoran yang wajib dipesan terlebih dahulu, tempat Anda dapat menikmati daging pilihan dalam kondisi terbaiknya.
Zakuro
Zakuro adalah restoran yang telah berdiri lama dan didirikan pada Showa 30 (1955), serta dikenal sebagai spesialis shabu-shabu. Restoran ini memiliki cabang di Ginza dan Nihonbashi, dengan cabang Ginza yang sangat menarik berkat suasananya yang santai dan lingkungan bersantap yang nyaman. Di Zakuro, daging sapi premium pilihan diiris tipis lalu dicelupkan ke dalam kuah yang disiapkan secara khusus. Disajikan bersama dua jenis saus cocolan—wijen dan ponzu—hidangan ini mengeluarkan cita rasa daging sepenuhnya tanpa terasa monoton. Menu shabu-shabu tersedia saat makan siang, menawarkan cara yang relatif terjangkau untuk menikmati cita rasa restoran bersejarah ini. Per Juli 2026, menu makan siang tersedia mulai dari kisaran ¥6,000. Reservasi wajib dilakukan, dan karena restoran ini juga sering digunakan untuk keperluan bisnis, sebaiknya pesan lebih awal.
Kisoji
Kisoji adalah jaringan restoran shabu-shabu dan sukiyaki yang dibuka pada 1966 (Showa 41) dan tahun ini merayakan hari jadinya yang ke-60. Meskipun kini memiliki cabang di seluruh Jepang, sejarah panjang serta filosofi pendiriannya untuk membuat shabu-shabu dapat dinikmati semua orang membuatnya layak disebut sebagai restoran yang telah berdiri lama. Kisoji memiliki banyak cabang di Tokyo dan populer di kalangan berbagai tipe pelanggan, mulai dari keluarga hingga tamu bisnis. Shabu-shabu di sini menggunakan daging sapi dan babi pilihan yang disajikan bersama kuah yang dikembangkan secara khusus. Perpaduan saus wijen khas restoran dan ponzu sangat seimbang, sehingga semakin memperkuat cita rasa daging. Menu makan siangnya sangat beragam, dengan berbagai pilihan termasuk set shabu-shabu dan hidangan bergaya gozen. Per Juli 2026, set shabu-shabu untuk makan siang tersedia mulai dari kisaran ¥2,000, menjadikannya pilihan menarik untuk menikmati cita rasa restoran bersejarah dengan santai. Makan siang sangat ramai pada akhir pekan, jadi reservasi terlebih dahulu sangat dianjurkan.
Menikmati Kemewahan Saat Makan Siang: Tips Reservasi
Menikmati sukiyaki atau shabu-shabu di salah satu restoran lama di Tokyo saat makan siang merupakan pilihan cerdas: Anda dapat mencicipi hidangan berkualitas tinggi dengan biaya yang lebih rendah dibandingkan makan malam. Namun, karena restoran-restoran ini populer, reservasi hampir selalu wajib dilakukan.
- Pesan lebih awal: Sebaiknya lakukan reservasi beberapa minggu sebelumnya, terutama untuk akhir pekan dan hari libur nasional. Waktu-waktu populer cepat penuh.
- Manfaatkan reservasi online: Banyak restoran telah menyediakan sistem reservasi online. Karena Anda dapat memesan 24 jam sehari, pastikan untuk memanfaatkannya.
- Periksa detail menu: Menu makan siang mungkin berbeda dari menu makan malam, baik dari segi isi maupun harga. Periksa situs web restoran terlebih dahulu dan pilih menu yang sesuai dengan selera Anda.
- Tanyakan tentang ruang privat: Jika Anda berkunjung untuk menjamu rekan bisnis atau mengadakan pertemuan khusus, sebaiknya tanyakan apakah tersedia ruang privat.
Sukiyaki dan shabu-shabu di salah satu restoran bersejarah Tokyo bukan sekadar hidangan—keduanya merupakan pengalaman istimewa yang memungkinkan Anda terhubung dengan tradisi dan budaya Jepang. Persiapkan semuanya dengan baik dan nikmati momen yang tak terlupakan.
Pengalaman Istimewa di Restoran Bersejarah Tokyo
Tokyo memiliki banyak restoran sukiyaki dan shabu-shabu yang telah berdiri lama dan terus memikat pelanggan dari generasi ke generasi. Restoran-restoran ternama ini mempertahankan cita rasa tradisional sembari terus berkembang mengikuti zaman, sehingga selalu menawarkan penemuan baru dalam setiap kunjungan. Setiap restoran yang diperkenalkan di sini menghadirkan pengalaman bersantap tak terlupakan melalui daging premium dan teknik memasak yang disempurnakan dengan cermat. Keuntungan lainnya, berkunjung saat makan siang memungkinkan Anda menikmati kemewahan ini dengan cara yang lebih terjangkau.
Jika Anda ingin membuat waktu tinggal di Tokyo semakin berkesan, mengapa tidak menjelajahi tempat-tempat menarik di sekitar restoran sambil menikmati kuliner setempat? Misalnya, Suitengu Shrine berada di dekat Ningyocho Imahan, sehingga Anda dapat berjalan-jalan sebelum atau sesudah makan. Anda juga dapat memesan tiket dan pass wisata untuk menikmati Tokyo secara maksimal. Lebih dari 300 jenis tiket masuk, cruise, dan pass dapat dipesan dengan konfirmasi instan, jadi pastikan untuk memanfaatkan layanan ini. Jika Anda merencanakan perjalanan sehari dari Tokyo, Anda juga dapat melihat tur sehari yang berangkat dari Tokyo. Tur berpemandu memudahkan Anda menjelajahi berbagai tempat menarik di sekitar Tokyo secara efisien.
Perjalanan yang memadukan cita rasa restoran-restoran lama dengan pengalaman mengenal budaya Tokyo pasti akan menciptakan kenangan yang tak terlupakan. Gunakan artikel OlaChill ini sebagai panduan untuk menemukan pengalaman istimewa Anda sendiri di Tokyo.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
T. Mana yang Anda rekomendasikan, sukiyaki atau shabu-shabu? J. Keduanya merupakan hidangan lezat yang dapat dinikmati di restoran-restoran bersejarah Tokyo, tetapi pilihan terbaik bergantung pada selera Anda. Jika Anda menyukai cita rasa yang kaya, manis, dan gurih, sukiyaki gaya Kanto adalah pilihan yang tepat. Jika Anda lebih suka menikmati cita rasa alami daging dalam sajian yang lebih ringan, shabu-shabu layak dipilih. Beberapa restoran menyajikan keduanya, jadi periksa menunya saat membuat rencana.
T. Seberapa berbeda harga makan siang dan makan malam? J. Secara umum, restoran sukiyaki dan shabu-shabu yang telah berdiri lama cenderung menawarkan harga makan siang yang lebih terjangkau daripada makan malam. Saat makan siang, restoran menekan harga dengan menyederhanakan menu atau menyajikan hidangan set, namun tetap menggunakan bahan-bahan berkualitas tinggi seperti pada makan malam. Per Juli 2026, beberapa restoran menawarkan makan siang mulai dari kisaran ¥3,000, sementara menu makan malam di atas ¥10,000 merupakan hal yang umum.
T. Seberapa jauh sebelumnya saya harus melakukan reservasi? J. Restoran bersejarah yang populer dapat sangat ramai, terutama saat makan siang pada akhir pekan dan hari libur nasional. Untuk memastikan mendapatkan meja, disarankan melakukan reservasi 2 minggu hingga 1 bulan sebelumnya. Untuk makan siang pada hari kerja, 1 minggu sebelumnya mungkin sudah cukup, tetapi memesan sedini mungkin selalu merupakan pilihan paling aman.
T. Apakah saya bisa makan sendirian? J. Restoran sukiyaki dan shabu-shabu yang telah berdiri lama sering diasosiasikan dengan jamuan bersama, tetapi kini semakin banyak restoran yang menerima pelanggan yang datang sendirian. Namun, ruang privat mungkin memiliki ketentuan jumlah minimum tamu, jadi periksalah saat melakukan reservasi atau tanyakan apakah tersedia tempat duduk di meja bar.
T. Apa ciri khas sukiyaki gaya Kanto? J. Sukiyaki gaya Kanto memiliki ciri khas berupa daging sapi yang terlebih dahulu dipanggang di dalam panci, kemudian ditambahkan saus warishita bercita rasa manis dan gurih yang dibuat dari kecap asin, gula, mirin, dan bahan-bahan lainnya sebelum semuanya dimasak bersama. Saus tersebut meresap sempurna ke dalam daging dan sayuran, menciptakan cita rasa kaya yang sangat cocok disantap bersama nasi. Hal ini berbeda dengan sukiyaki gaya Kansai, yang membumbui daging secara langsung menggunakan gula dan kecap asin setelah daging dipanggang, lalu menambahkan kuah setelahnya.
Referensi: Asakusa Imahan. (n.d.). Situs web resmi. Tabelog. (n.d.). Asakusa Imahan Asakusa Main Store. Ningyocho Imahan. (n.d.). Situs web resmi. Tabelog. (n.d.). Ningyocho Imahan Ningyocho Main Store. Zakuro. (n.d.). Situs web resmi. ---Tokyo memiliki banyak restoran sukiyaki dan shabu-shabu yang telah berdiri lama dan terus memikat pelanggan dari generasi ke generasi. Khususnya, sukiyaki gaya Kanto yang dimasak dalam saus warishita bercita rasa manis dan gurih, serta shabu-shabu yang mengeluarkan cita rasa terbaik dari setiap bahan, merupakan bagian penting dari budaya kuliner Jepang. Dalam artikel ini, kami akan mengulas lebih dekat keistimewaan restoran-restoran ternama tersebut dan memperkenalkan tempat-tempat populer yang wajib dipesan terlebih dahulu, tempat Anda dapat menikmati pengalaman makan siang yang mewah namun tetap terjangkau.
Seperti Apa Budaya Sukiyaki dan Shabu-Shabu di Tokyo?
Sukiyaki di Tokyo umumnya disiapkan dengan “gaya Kanto”: daging sapi terlebih dahulu dipanggang, kemudian dimasak dalam saus warishita bercita rasa manis dan gurih yang terutama dibuat dari gula dan kecap asin. Metode ini memungkinkan saus meresap hingga ke dalam daging dan sayuran, menciptakan cita rasa yang kaya dan sangat cocok disantap bersama nasi. Sementara itu, shabu-shabu dibuat dengan mencelupkan irisan tipis daging sapi atau babi ke dalam kuah panas, lalu menikmatinya bersama saus ponzu atau saus wijen. Hidangan ini merupakan cara sederhana untuk menikmati cita rasa alami daging dan juga populer di kalangan mereka yang memperhatikan kesehatan. Kedua hidangan ini sangat digemari sebagai kuliner khas Tokyo dan sering dipilih untuk jamuan istimewa bersama keluarga dan teman, maupun untuk menjamu rekan bisnis.
Restoran Terkenal untuk Menikmati Cita Rasa Tradisional【Sukiyaki】
Tokyo dipenuhi restoran sukiyaki ternama yang memiliki sejarah lebih dari 100 tahun. Berikut beberapa restoran pilihan yang sangat cocok untuk makan siang dan wajib dipesan terlebih dahulu.
Ningyocho Imahan Main Store
Ningyocho Imahan didirikan di Ningyocho pada Showa 31 (1956) sebagai cabang dari Imahan pertama yang didirikan pada Meiji 28. Restoran ini juga merupakan destinasi sukiyaki dan shabu-shabu yang diakui secara luas. Ningyocho Main Store dikenal menyajikan sukiyaki dari daging sapi Japanese Black berkualitas tinggi dalam suasana yang tenang dan elegan. Dimasak dalam saus warishita gaya Kanto yang kaya rasa, dagingnya akan mengesankan Anda dengan kualitas istimewanya sejak gigitan pertama. Menu makan siang mencakup beragam pilihan dengan harga relatif terjangkau, seperti set sukiyaki dan kotak nasi steak. Set sukiyaki untuk makan siang sangat populer sebagai cara mudah untuk menikmati cita rasa Ningyocho Imahan, dan terkadang sulit mendapatkan meja tanpa reservasi. Per Juli 2026, harga set sukiyaki untuk makan siang mulai dari kisaran ¥4,000. Reservasi tersedia, dan pemesanan lebih awal sangat dianjurkan, terutama untuk akhir pekan.
Kakiyasu Ginza Store
Kakiyasu berawal dari toko daging yang telah berdiri lama dan didirikan di Kuwana, Prefektur Mie, pada Meiji 4 (1871). Sukiyaki yang dibuat dari daging premium pilihan berdasarkan pengalaman dan pengetahuan yang diwariskan selama beberapa generasi ini telah lama memuaskan para penikmat kuliner. Perusahaan ini memiliki beberapa cabang di Tokyo, dan Ginza Store sangat menarik berkat suasananya yang elegan. Sukiyaki Kakiyasu memiliki ciri khas saus warishita gaya Kanto yang mengeluarkan cita rasa daging sapi secara maksimal, ditambah persiapan yang dilakukan dengan cermat oleh staf berpengalaman. Menu makan siangnya juga beragam. Per Juli 2026, “〈Lunch Only〉Mie Kakiyasu Beef Sukiyaki Gozen” tersedia dengan harga 6,050 yen (termasuk pajak). Karena restoran ini populer, reservasi—terutama untuk makan siang—sebaiknya dianggap wajib.
Asakusa Imahan Kirakutei (Isetan Shinjuku Store)
Asakusa Imahan didirikan pada Meiji 28 (1895) dan merupakan salah satu nama bersejarah yang tidak boleh dilewatkan dalam pembahasan tentang sukiyaki di Tokyo. Sukiyaki di sini dibuat menggunakan daging sapi Japanese Black yang dipilih secara cermat dan dimasak dengan saus warishita tradisional, menghasilkan harmoni istimewa antara kelembutan daging yang lumer di mulut dan cita rasa manis-gurih. Asakusa Kokusai-dori Main Store tidak menerima reservasi untuk menu makan siangnya, tetapi di “Asakusa Imahan Kirakutei” yang berada di dalam Isetan Shinjuku Store, reservasi dapat dilakukan khusus untuk menu sukiyaki. Di sini, pengunjung dapat menikmati cita rasa sukiyaki yang diwariskan Asakusa Imahan sejak era Meiji dalam suasana santai dan nyaman. Per Juli 2026, anggaran rata-rata makan siang adalah 4,500 yen, sedangkan menu sukiyaki “Shirasagi” tersedia dengan harga 9,900 yen (termasuk pajak).
Restoran Terkenal untuk Menikmati Cita Rasa Tradisional【Shabu-Shabu】
Selain sukiyaki, shabu-shabu yang disajikan restoran-restoran lama di Tokyo juga tak kalah istimewa. Berikut beberapa restoran yang wajib dipesan terlebih dahulu, tempat Anda dapat menikmati daging pilihan dalam kondisi terbaiknya.
Zakuro Ginza Store
Zakuro adalah restoran yang telah berdiri lama dan didirikan pada Showa 30 (1955), serta dikenal sebagai restoran Jepang yang pertama kali memperkenalkan “shabu-shabu” ke Tokyo. Restoran ini memiliki cabang di Ginza dan Nihonbashi, dengan Ginza Store yang sangat menarik berkat suasananya yang santai dan lingkungan bersantap yang nyaman. Di Zakuro, daging sapi premium pilihan diiris tipis lalu dicelupkan ke dalam kuah yang disiapkan secara khusus. Disajikan bersama dua jenis saus cocolan—wijen dan ponzu—hidangan ini mengeluarkan cita rasa daging sepenuhnya tanpa terasa monoton. Menu shabu-shabu tersedia saat makan siang, menawarkan cara yang relatif terjangkau untuk menikmati cita rasa restoran bersejarah ini. Menu makan siang diperbarui pada 17 Juli 2026, dan per Juli 2026, menu makan siang tersedia mulai dari kisaran ¥6,000. Reservasi wajib dilakukan, dan karena restoran ini juga sering digunakan untuk keperluan bisnis, sebaiknya pesan lebih awal.
Kisoji
Kisoji dibuka pada 1966 (Showa 41) dan tahun ini merayakan hari jadinya yang ke-60 sebagai restoran spesialis shabu-shabu dan sukiyaki. Meskipun memiliki cabang di seluruh Jepang, sejarah panjang serta filosofi pendiriannya untuk membuat shabu-shabu dapat dinikmati semua orang membuatnya layak disebut sebagai restoran yang telah berdiri lama. Kisoji memiliki banyak cabang di Tokyo dan populer di kalangan berbagai tipe pelanggan, mulai dari keluarga hingga tamu bisnis. Shabu-shabu di sini menggunakan daging sapi dan babi pilihan yang disajikan bersama kuah yang dikembangkan secara khusus. Perpaduan saus wijen khas restoran dan ponzu sangat seimbang, sehingga semakin memperkuat cita rasa daging. Menu makan siangnya sangat beragam, dengan berbagai pilihan termasuk set shabu-shabu dan hidangan bergaya gozen. Per Juli 2026, set shabu-shabu untuk makan siang tersedia mulai dari kisaran ¥2,000, menjadikannya pilihan menarik untuk menikmati cita rasa restoran bersejarah dengan santai. Makan siang sangat ramai pada akhir pekan, jadi reservasi terlebih dahulu sangat dianjurkan.
Menikmati Kemewahan Saat Makan Siang: Tips Reservasi
Menikmati sukiyaki atau shabu-shabu di salah satu restoran lama di Tokyo saat makan siang merupakan pilihan cerdas: Anda dapat mencicipi hidangan berkualitas tinggi dengan biaya yang lebih rendah dibandingkan makan malam. Namun, karena restoran-restoran ini populer, reservasi hampir selalu wajib dilakukan.
- Pesan lebih awal: Sebaiknya lakukan reservasi beberapa minggu sebelumnya, terutama untuk akhir pekan dan hari libur nasional. Waktu-waktu populer cepat penuh.
- Manfaatkan reservasi online: Banyak restoran telah menyediakan sistem reservasi online. Karena Anda dapat memesan 24 jam sehari, pastikan untuk memanfaatkannya.
- Periksa detail menu: Menu makan siang mungkin berbeda dari menu makan malam, baik dari segi isi maupun harga. Periksa situs web restoran terlebih dahulu dan pilih menu yang sesuai dengan selera Anda.
- Tanyakan tentang ruang privat: Jika Anda berkunjung untuk menjamu rekan bisnis atau mengadakan pertemuan khusus, sebaiknya tanyakan apakah tersedia ruang privat.
Sukiyaki dan shabu-shabu di salah satu restoran bersejarah Tokyo bukan sekadar hidangan—keduanya merupakan pengalaman istimewa yang memungkinkan Anda terhubung dengan tradisi dan budaya Jepang. Persiapkan semuanya dengan baik dan nikmati momen yang tak terlupakan.
Pengalaman Istimewa di Restoran Bersejarah Tokyo
Tokyo memiliki banyak restoran sukiyaki dan shabu-shabu yang telah berdiri lama dan terus memikat pelanggan dari generasi ke generasi. Restoran-restoran ternama ini mempertahankan cita rasa tradisional sembari terus berkembang mengikuti zaman, sehingga selalu menawarkan penemuan baru dalam setiap kunjungan. Setiap restoran yang diperkenalkan di sini menghadirkan pengalaman bersantap tak terlupakan melalui daging premium dan teknik memasak yang disempurnakan dengan cermat. Keuntungan lainnya, berkunjung saat makan siang memungkinkan Anda menikmati kemewahan ini dengan cara yang lebih terjangkau.
Jika Anda ingin membuat waktu tinggal di Tokyo semakin berkesan, mengapa tidak menjelajahi tempat-tempat menarik di sekitar restoran sambil menikmati kuliner setempat? Misalnya, Suitengu Shrine berada di dekat Ningyocho Imahan, sehingga Anda dapat berjalan-jalan sebelum atau sesudah makan. Anda juga dapat memesan tiket dan pass wisata untuk menikmati Tokyo secara maksimal. Lebih dari 300 jenis tiket masuk, cruise, dan pass dapat dipesan dengan konfirmasi instan, jadi pastikan untuk memanfaatkan layanan ini. Jika Anda merencanakan perjalanan sehari dari Tokyo, Anda juga dapat melihat tur sehari yang berangkat dari Tokyo. Tur berpemandu memudahkan Anda menjelajahi berbagai tempat menarik di sekitar Tokyo secara efisien.
Perjalanan yang memadukan cita rasa restoran-restoran lama dengan pengalaman mengenal budaya Tokyo pasti akan menciptakan kenangan yang tak terlupakan. Gunakan artikel OlaChill ini sebagai panduan untuk menemukan pengalaman istimewa Anda sendiri di Tokyo.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
T. Mana yang Anda rekomendasikan, sukiyaki atau shabu-shabu? J. Keduanya merupakan hidangan lezat yang dapat dinikmati di restoran-restoran bersejarah Tokyo, tetapi pilihan terbaik bergantung pada selera Anda. Jika Anda menyukai cita rasa yang kaya, manis, dan gurih, sukiyaki gaya Kanto adalah pilihan yang tepat. Jika Anda lebih suka menikmati cita rasa alami daging dalam sajian yang lebih ringan, shabu-shabu layak dipilih. Beberapa restoran menyajikan keduanya, jadi periksa menunya saat membuat rencana.
T. Seberapa berbeda harga makan siang dan makan malam? J. Secara umum, restoran sukiyaki dan shabu-shabu yang telah berdiri lama cenderung menawarkan harga makan siang yang lebih terjangkau daripada makan malam. Saat makan siang, restoran menekan harga dengan menyederhanakan menu atau menyajikan hidangan set, namun tetap menggunakan bahan-bahan berkualitas tinggi seperti pada makan malam. Per Juli 2026, beberapa restoran menawarkan makan siang mulai dari kisaran ¥2,000, sementara menu makan malam di atas ¥10,000 merupakan hal yang umum.
T. Seberapa jauh sebelumnya saya harus melakukan reservasi? J. Restoran bersejarah yang populer dapat sangat ramai, terutama saat makan siang pada akhir pekan dan hari libur nasional. Untuk memastikan mendapatkan meja, disarankan melakukan reservasi 2 minggu hingga 1 bulan sebelumnya. Untuk makan siang pada hari kerja, 1 minggu sebelumnya mungkin sudah cukup, tetapi memesan sedini mungkin selalu merupakan pilihan paling aman.
T. Apakah saya bisa makan sendirian? J. Restoran sukiyaki dan shabu-shabu yang telah berdiri lama sering diasosiasikan dengan jamuan bersama, tetapi kini semakin banyak restoran yang menerima pelanggan yang datang sendirian. Namun, ruang privat mungkin memiliki ketentuan jumlah minimum tamu, jadi periksalah saat melakukan reservasi atau tanyakan apakah tersedia tempat duduk di meja bar. Beberapa restoran mungkin tidak menerima pelanggan yang datang sendirian karena karakteristik penyajian sukiyaki.
T. Apa ciri khas sukiyaki gaya Kanto? J. Sukiyaki gaya Kanto memiliki ciri khas berupa daging sapi yang terlebih dahulu dipanggang di dalam panci, kemudian ditambahkan saus warishita bercita rasa manis dan gurih yang dibuat dari kecap asin, gula, mirin, dan bahan-bahan lainnya sebelum semuanya dimasak bersama. Saus tersebut meresap sempurna ke dalam daging dan sayuran, menciptakan cita rasa kaya yang sangat cocok disantap bersama nasi. Hal ini berbeda dengan sukiyaki gaya Kansai, yang membumbui daging secara langsung menggunakan gula dan kecap asin setelah daging dipanggang, lalu menambahkan kuah setelahnya.
Komentar
Belum ada ulasan — jadilah yang pertama!
Artikel lain di wilayah ini — Tokyo & Kanto
Lihat semua →
Alphard Pribadi dengan Sopir di Tokyo: Minivan 7 Penumpang yang Nyaman
8 min · tips

Menyewa Bus 45 Kursi di Tokyo: Panduan Lengkap Perjalanan Rombongan
9 min · tips

Shuttle Pameran Dagang ke Tokyo Big Sight dan Makuhari Messe
8 min · tips

Perjalanan Sehari Privat ke Kamakura & Enoshima dengan Minivan
9 min · tips