
Salju Pertama dalam Hidupmu
Rasakan musim dingin Jepang yang ajaib. Panduan bagi wisatawan Asia Selatan untuk mendapatkan salju yang pasti, pakaian yang tepat, onsen, dan iluminasi di Hokkaido serta Pegunungan Alpen Jepang.
10 Jul 2026·✍️ olablog·⏱ 17 menit baca
Rasakan musim dingin Jepang yang ajaib. Panduan bagi wisatawan Asia Selatan untuk mendapatkan salju yang pasti, pakaian yang tepat, onsen, dan iluminasi di Hokkaido serta Pegunungan Alpen Jepang.
Bagi banyak orang dari India dan Bangladesh, salju putih yang masih murni adalah sebuah impian—pemandangan yang sering kali hanya mereka lihat di film. Jepang, dengan perubahan musimnya yang dramatis, menawarkan kesempatan tak tertandingi untuk menyaksikan salju pertama dalam hidup dan merasakan langsung negeri ajaib musim dingin. Panduan ini dibuat khusus bagi wisatawan Asia Selatan yang baru pertama atau kedua kalinya berkunjung, dengan fokus pada salju yang pasti, perjalanan yang nyaman, serta kebutuhan pola makan khusus, sambil tetap mempertimbangkan anggaran.
Mengapa Musim Dingin di Jepang? Perspektif Wisatawan Asia Selatan
Melarikan diri dari iklim tropis atau subtropis India dan Bangladesh menuju musim dingin Jepang bukan sekadar perubahan suhu; ini adalah pintu masuk ke lanskap yang tenang dan nyaris terasa seperti dunia lain. Bayangkan kepingan salju yang perlahan menutupi kuil-kuil kuno atau menyelimuti pegunungan yang megah—kontras yang mencolok dengan hujan monsun atau musim panas terik yang sudah akrab. Ini bukan hanya soal melihat salju, melainkan menikmati keindahan musim dingin Jepang yang hening, mulai dari pemandian air panas terbuka yang mengepul hingga iluminasi kota yang memukau, menghadirkan kenangan yang tak ada duanya.
Jepang pada musim dingin, khususnya dari Desember hingga Februari, berubah menjadi negeri dengan keindahan luar biasa, terutama di wilayah seperti Hokkaido dan Pegunungan Alpen Jepang, tempat salju hampir selalu turun. Walaupun suhu beku mungkin terdengar mengkhawatirkan, orang Jepang sangat ahli dalam membuat musim dingin tetap nyaman dan menyenangkan. Bagi wisatawan dari negara beriklim hangat, hal ini memberikan pengalaman indrawi yang unik—udara yang sejuk dan bersih, suara lembut salju di bawah kaki, serta hangatnya minuman di kafe yang nyaman. Selain keindahan alam, musim dingin juga menghadirkan berbagai acara khusus, mulai dari festival salju ternama di dunia hingga pertunjukan cahaya memesona yang mengubah kota-kota menjadi dunia magis.
Memahami Iklim Musim Dingin Jepang & Apa yang Perlu Dibawa
Persiapan menghadapi musim dingin Jepang sangat penting, terutama bagi mereka yang datang dari negara dengan suhu yang jarang turun di bawah 10°C. Hokkaido, yang menjadi fokus utama kita, mengalami musim dingin yang benar-benar dingin, dengan suhu rata-rata pada Januari sekitar -5°C (23°F) di Sapporo, dan dapat turun lebih rendah lagi—terkadang di bawah -10°C (14°F) pada malam hari. Hokkaido bagian tengah dapat mengalami suhu di bawah -30°C ( -22°F). Pegunungan Alpen Jepang juga mengalami curah salju tinggi dan suhu dingin. Kunci agar tetap nyaman adalah mengenakan pakaian berlapis.
Berikut panduan praktis barang bawaan:
- Lapisan Dasar (Pakaian Termal): Investasikan pada pakaian dalam termal berkualitas baik—atasan dan bawahan. Inilah perlindungan pertama Anda dari hawa dingin. Pilih bahan yang dapat menyerap dan menguapkan kelembapan.
- Lapisan Tengah: Jaket fleece, sweater wol, atau rompi bulu angsa sangat cocok. Bawalah beberapa pilihan yang bisa ditambah atau dilepas sesuai kebutuhan, terutama saat berpindah dari ruangan berpemanas ke luar ruangan yang dingin.
- Pakaian Luar: Jaket musim dingin yang tebal, tahan air, dan tahan angin adalah suatu keharusan. Pilih yang memiliki insulasi baik (isi bulu angsa atau sintetis). Idealnya, jaket tersebut menutupi pinggul agar lebih hangat.
- Bawahan: Celana tahan air atau kedap air sangat disarankan, terutama jika Anda berencana melakukan aktivitas salju. Legging termal yang dikenakan di bawah jins biasa atau celana tebal juga bisa digunakan. Hindari jins katun karena menyerap kelembapan dan dapat membuat Anda semakin kedinginan.
- Alas Kaki: Sepatu bot tahan air dan berinsulasi dengan daya cengkeram baik sangat penting. Anda akan berjalan di atas salju dan es, jadi traksi sangat diperlukan. Merek seperti Columbia, Sorel, atau bahkan merek olahraga lokal menawarkan pilihan yang sesuai. Pastikan sepatu nyaman dipakai berjalan jauh.
- Aksesori:
- Topi Hangat: Topi wol atau fleece yang menutupi telinga sangat penting untuk mencegah hilangnya panas tubuh.
- Sarung Tangan: Sarung tangan tahan air dan berinsulasi wajib dibawa, terutama jika Anda berencana menyentuh salju.
- Syal/Penghangat Leher: Syal tebal atau penghangat leher akan melindungi leher dan bagian bawah wajah dari terpaan angin yang menusuk.
- Kaus Kaki Hangat: Beberapa pasang kaus kaki wol atau termal.
- Penghangat Tangan (Kairo): Paket penghangat kecil sekali pakai ini mudah ditemukan di minimarket (konbini) dan apotek di seluruh Jepang. Benda ini sangat membantu untuk menambah kehangatan di saku atau sarung tangan.
Kesalahan yang Harus Dihindari:
- Meremehkan Hawa Dingin: Datang dari iklim tropis, banyak orang salah menilai betapa intensnya rasa dingin ketika terlalu lama berada di suhu di bawah titik beku. Bawalah pakaian berlebih daripada kekurangan demi menjaga kehangatan.
- Mengenakan Katun: Katun menyerap kelembapan dan kehilangan kemampuan insulasinya saat basah, sehingga Anda merasa lebih dingin. Pilih wol, fleece, atau bahan sintetis untuk semua lapisan.
- Mengabaikan Perlindungan dari Air: Salju sering mencair dan berubah menjadi lumpur salju. Pakaian luar dan alas kaki tahan air sangat penting agar Anda tetap kering dan hangat.
Jika membutuhkan perlengkapan tambahan di Jepang, kota-kota besar seperti Sapporo memiliki department store (misalnya Daimaru, Esta—meskipun Esta tutup pada Aug 2023, masih ada toko serupa) dan toko perlengkapan luar ruangan (misalnya Montbell, The North Face) tempat Anda bisa membeli pakaian musim dingin berkualitas tinggi. Uniqlo juga merupakan pilihan yang sangat baik untuk pakaian termal yang terjangkau dan efektif (seri Heattech) serta jaket bulu angsa ringan.
Rencana Perjalanan Negeri Ajaib Musim Dingin: Hokkaido & Tohoku
Untuk pengalaman "salju pertama" yang benar-benar mendalam, Hokkaido sulit ditandingi dan sering disebut sebagai "negeri salju" Jepang (yukiguni). Salju bubuknya yang masih murni, lanskap yang menakjubkan, serta festival musim dingin yang meriah menjadikannya pilihan ideal. Berikut rencana perjalanan 9 hari yang berfokus pada Hokkaido, disertai catatan tentang Tohoku sebagai alternatif yang menarik.
Catatan Mata Uang: Per July 2026, kita akan menggunakan nilai tukar perkiraan ₹0.56 per ¥1 untuk Rupee India. Untuk Taka Bangladesh, nilai tukar rata-rata pada 2026 berada di sekitar ৳0.77 per ¥1. Ingat, angka ini hanyalah perkiraan dan nilai tukar sebenarnya dapat berbeda.
Rencana Perjalanan Musim Dingin Hokkaido (9 Hari / 8 Malam)
Hari 1: Tiba di Sapporo & Cahaya Kota
- Pagi/Siang: Tiba di New Chitose Airport (CTS) dekat Sapporo. Naik JR Rapid Airport Express menuju Sapporo Station (sekitar 40 menit, ¥1,150, sekitar ₹644 / ৳886).
- Check-in: Bereskan urusan hotel. Sapporo menawarkan beragam akomodasi, mulai dari hotel bisnis ramah anggaran (misalnya APA Hotel, Dormy Inn) hingga pilihan yang lebih mewah. Perkirakan biaya sekitar ¥7,000-¥15,000 (sekitar ₹3,920-₹8,400 / ৳5,390-৳11,550) per malam untuk hotel kelas menengah yang nyaman.
- Malam: Jelajahi Sapporo White Illumination. Acara ini mengubah Odori Park dan berbagai lokasi lain di kota menjadi pertunjukan cahaya yang memukau, biasanya berlangsung dari akhir November hingga Maret, melengkapi Sapporo Snow Festival pada Februari. Susuri jalur yang dihiasi lampu sambil menikmati suasana meriah.
- Makan Malam (Ramah Vegetarian/Halal): Datanglah ke kawasan Susukino. Cari CoCo Ichibanya Curry House, jaringan restoran andal dengan pilihan kari vegetarian yang ditandai dengan jelas dan tingkat kepedasan yang bisa disesuaikan. Pilihan lain adalah mencari kedai ramen yang secara khusus mengiklankan kuah "vegetable" atau "vegan". Beberapa minimarket juga menyediakan onigiri vegetarian (bola nasi) dengan isian seperti acar plum (umeboshi) atau rumput laut (kombu). Untuk makanan halal, carilah restoran bersertifikat, yang sering ditemukan melalui aplikasi seperti Halal Navi atau dengan mencari "halal food Sapporo."
Hari 2: Sapporo Snow Festival (Awal Feb) / Menjelajahi Kota & Bir
- Pagi/Siang (Awal February): Sapporo Snow Festival. Jika jadwal perjalanan Anda bertepatan, habiskan hari untuk menjelajahi patung-patung salju megah di Odori Park, patung es di Susukino, serta aktivitas ramah keluarga di lokasi Tsudome. Festival biasanya berlangsung from February 4th to 11th, 2027. Tiket masuk gratis.
- Pagi/Siang (Bulan Musim Dingin Lainnya): Menjelajahi Kota Sapporo. Kunjungi Sapporo Beer Garden and Museum (masuk museum gratis, mencicipi bir dikenai biaya tambahan). Jelajahi Sapporo TV Tower untuk melihat panorama kota (¥1,000, sekitar ₹560 / ৳770). Berjalan-jalanlah di Odori Park dan lihat Sapporo Clock Tower yang ikonis.
- Makan Siang (Ramah Vegetarian/Halal): Banyak kafe menawarkan sandwich atau pasta yang dapat dibuat vegetarian. Untuk makanan halal, Sapporo memiliki semakin banyak pilihan, terutama di sekitar area universitas. Jangan ragu meminta "niku nashi" (tanpa daging) atau "gyuniku nashi" (tanpa daging sapi) jika Anda tidak yakin.
- Malam: Nikmati berjalan kaki di kawasan Susukino yang ramai. Pertimbangkan pengalaman izakaya tradisional, tetapi berhati-hatilah dengan pilihan vegetarian/halal karena banyak kuah dan saus mengandung dashi (kaldu ikan). Pilih makanan yang lebih aman seperti edamame, tempura sayuran (pastikan minyak yang digunakan), atau tahu dingin (hiyayakko—minta agar katsuobushi/serutan ikan bonito tidak digunakan).
Hari 3: Jalur Cahaya Salju Romantis & Kanal Otaru
- Pagi: Naik kereta JR lokal dari Sapporo ke Otaru (sekitar 30-45 menit, ¥750, sekitar ₹420 / ৳578).
- Menjelajahi Otaru: Berjalanlah di sepanjang Otaru Canal yang bersejarah, dihiasi lampu gas dan gudang-gudang tua. Kunjungi Music Box Museum yang menawan dan jelajahi Sakaimachi Street, yang terkenal dengan kerajinan kaca dan toko makanan manis.
- Sore Menjelang Malam/Malam (Awal hingga Pertengahan Februari): Otaru Snow Light Path Festival. Festival ini lebih intim dan romantis daripada festival di Sapporo, dengan ribuan lilin salju buatan tangan dan lentera terapung yang menerangi kanal serta jalur rel lama. Festival ini biasanya berlangsung bersamaan dengan Sapporo Snow Festival.
- Makan Malam (Ramah Vegetarian/Halal): Otaru terkenal dengan hidangan laut, tetapi pilihan vegetarian tetap tersedia. Banyak toko roti menawarkan roti yang baru dipanggang. Untuk makan di restoran, carilah kedai mi soba atau udon dan tanyakan apakah tersedia kuah berbahan dasar sayuran atau zaru soba dingin dengan saus celup (pastikan kandungan dashinya). Pangsit oyaki yang diisi sayuran bergizi juga merupakan pilihan yang baik di Hokkaido yang bersalju.
Hari 4: Noboribetsu Onsen: Berendam dalam Kebahagiaan Bersalju
- Pagi: Naik kereta JR dari Otaru (atau kembali ke Sapporo terlebih dahulu jika lebih nyaman) menuju Noboribetsu Station (sekitar 1.5-2 jam dari Sapporo, ¥4,800, sekitar ₹2,688 / ৳3,696). Dari Noboribetsu Station, naik bus lokal ke kota Noboribetsu Onsen (sekitar 15 menit, ¥350, sekitar ₹196 / ৳270).
- Check-in: Menginaplah di ryokan tradisional (penginapan Jepang) dengan onsen (pemandian air panas). Banyak ryokan di Noboribetsu menawarkan pemandian luar ruangan (rotenburo), tempat Anda bisa menikmati pengalaman magis "yukimi-buro"—berendam di air panas sambil menyaksikan salju turun. Noboribetsu adalah salah satu kawasan pemandian air panas terkenal di Hokkaido.
- Siang: Jelajahi "Hell Valley" (Jigokudani), sumber utama air panas Noboribetsu, dengan lanskap vulkanik yang dramatis dan kepulan uap.
- Makan Malam (Pengalaman Ryokan / Ramah Vegetarian/Halal): Makan malam di ryokan biasanya berupa hidangan multi-menu yang mewah (kaiseki). Yang terpenting, beri tahu ryokan jauh-jauh hari (setidaknya sebulan sebelumnya) mengenai kebutuhan vegetarian atau halal Anda. Kaiseki tradisional sering kali menyertakan ikan, tetapi banyak ryokan kini semakin mampu memenuhi permintaan khusus jika diberi tahu sebelumnya. Pastikan mereka dapat menyediakan makanan yang benar-benar bebas daging dan ikan, serta tanpa dashi. Ini bisa menjadi salah satu pengalaman terbaik dalam perjalanan Anda, tetapi membutuhkan perencanaan.
Hari 5: Pemandangan Vulkanik & Onsen Lake Toya
- Pagi: Naik bus dari Noboribetsu Onsen ke Noboribetsu Station, lalu naik kereta JR menuju Toya Station (sekitar 30 menit, ¥1,000, sekitar ₹560 / ৳770). Dari Toya Station, naik bus ke kota Lake Toya Onsen.
- Menjelajahi Lake Toya: Nikmati keindahan danau kaldera vulkanik yang menakjubkan. Bahkan pada musim dingin, danau ini jarang membeku sepenuhnya. Pertimbangkan berlayar dengan kapal wisata atau mengunjungi Usuzan Ropeway untuk menikmati panorama danau serta gunung berapi Showa Shinzan.
- Pengalaman Onsen: Lake Toya juga memiliki onsen yang sangat baik, beberapa di antaranya menawarkan pemandangan danau yang spektakuler. Lake View Toya Nonokaze Resort, misalnya, memiliki onsen kelas atas dengan jendela dari lantai hingga langit-langit yang menghadap Lake Toya.
- Makan Malam (Ramah Vegetarian/Halal): Sama seperti di Noboribetsu, jika menginap di ryokan, sampaikan kebutuhan makanan Anda sebelumnya. Jika tidak, carilah tempat makan lokal yang menyajikan hidangan sayur sederhana atau manfaatkan minimarket.
Hari 6: Kembali ke Sapporo & Berbelanja
- Pagi: Kembali ke Sapporo dengan kereta JR (sekitar 2 jam, ¥4,800, sekitar ₹2,688 / ৳3,696).
- Siang: Manfaatkan waktu untuk berbelanja sebelum pulang. Jelajahi pusat perbelanjaan bawah tanah (Aurora Town, Pole Town), yang sempurna untuk menghindari hawa dingin musim dingin. Kunjungi Sapporo Factory untuk perpaduan toko, restoran, dan hiburan.
- Makan Malam: Jelajahi lebih banyak ragam kuliner Sapporo. Carilah izakaya dengan menu vegetarian yang jelas atau restoran besar yang melayani selera internasional.
Hari 7: Perjalanan Sehari ke Jozankei Onsen atau Bermain Ski dekat Sapporo
- Pilihan 1: Jozankei Onsen. Naik bus langsung dari Sapporo Station ke Jozankei Onsen (sekitar 1 jam, ¥790, sekitar ₹442 / ৳608). Jozankei adalah kota pemandian air panas yang indah, terkenal dengan pemandangan bersalju dan aktivitas musim dinginnya, tepat di barat daya Sapporo. Nikmati onsen untuk penggunaan sehari atau jelajahi sungai dan jembatan yang membeku.
- Pilihan 2: Ski/Snowboarding. Bagi yang ingin mencoba olahraga salju, beberapa resor dapat diakses dari Sapporo, seperti Sapporo Kokusai Ski Resort atau Teine Highland Ski Resort. Peralatan dapat disewa di lokasi. Perkirakan biaya tiket harian sekitar ¥4,000-¥6,000 (sekitar ₹2,240-₹3,360 / ৳3,080-৳4,620), belum termasuk sewa peralatan.
- Makan Malam: Kembali ke Sapporo.
Hari 8: Hari Bebas / Persiapan Keberangkatan
- Pagi: Nikmati sarapan santai. Anda bisa mengunjungi Shiroi Koibito Park (pabrik cokelat) atau Hokkaido University Botanical Garden (jika buka dan dapat diakses pada musim dingin).
- Siang: Konfirmasikan kembali detail penerbangan dan bersiap untuk keberangkatan.
- Malam: Makan malam perpisahan di Sapporo.
Hari 9: Keberangkatan
- Pagi: Pergilah ke New Chitose Airport (CTS) untuk penerbangan pulang sambil membawa kenangan tak terlupakan tentang musim dingin Jepang.
Alternatif: Pesona Bersalju Wilayah Tohoku
Jika Hokkaido menawarkan lanskap yang megah, wilayah Tohoku di utara Tokyo memberikan pengalaman musim dingin yang lebih sederhana dan sering kali lebih tenang, dengan salju dan onsen yang sama-sama melimpah. Pertimbangkan wilayah ini untuk perjalanan kedua atau jika Anda lebih menyukai destinasi yang tidak terlalu ramai.
- Ginzan Onsen (Yamagata Prefecture): Kota pemandian air panas bersejarah ini bisa dibilang merupakan salah satu tempat paling indah di Jepang pada musim dingin. Ryokan kayu berjajar di sepanjang sungai yang tertutup salju dan diterangi lampu gas saat senja. Suasananya terasa seperti masuk ke dalam film Ghibli. Memesan ryokan dengan hidangan vegetarian/halal jauh-jauh hari sangat penting.
- Zao Onsen (Yamagata Prefecture): Dikenal dengan "Snow Monsters" (juhyo)—pepohonan yang tertutup lapisan embun beku tebal—serta lereng skinya, Zao juga menawarkan air onsen dengan kandungan sulfur tinggi. Anda bisa bermain ski pada siang hari dan berendam di pemandian terbuka pada malam hari, dikelilingi salju.
- Nyuto Onsen (Akita Prefecture): Kumpulan ryokan sederhana yang tersembunyi jauh di pegunungan, menawarkan mata air dengan kandungan mineral yang beragam serta pengalaman tradisional yang benar-benar terpencil di tengah salju tebal. Tsurunoyu adalah penginapan tertua dan paling ikonis, dengan pemandian luar ruangan campuran.
Tohoku memiliki konektivitas kereta yang sangat baik melalui Shinkansen (kereta cepat) dari Tokyo, sehingga mudah dijangkau. Namun, transportasi lokal di wilayah-wilayah ini mungkin memerlukan bus atau shuttle yang dipesan sebelumnya, dan frekuensinya dapat lebih jarang pada musim dingin.
Menjelajahi Jepang: Transportasi Musim Dingin & Pemesanan
Transportasi yang efisien adalah kunci perjalanan Jepang yang lancar, terutama pada musim dingin.
- Japan Rail Pass: Untuk rencana perjalanan yang berfokus pada Hokkaido ini, JR Pass nasional (7-day Ordinary seharga ¥50,000, sekitar ₹28,000 / ৳38,500 per 2026) mungkin bukan pilihan paling menguntungkan jika Anda hanya melakukan perjalanan pulang-pergi antara Sapporo dan Lake Toya/Noboribetsu serta bepergian secara lokal di Hokkaido. Kenaikan harga terbaru (mulai October 1, 2026, pass yang dibeli melalui agen luar negeri akan naik sedikit, sementara yang dibeli langsung dari situs resmi JR akan mempertahankan harga saat ini untuk waktu terbatas) membuatnya tidak lagi otomatis lebih hemat untuk banyak rute populer. Perjalanan pulang-pergi Tokyo-Kyoto saja biayanya sekitar ¥28,000, jauh lebih murah daripada pass tersebut.
- Rekomendasi: Hitung biaya tiket kereta satu per satu untuk rute spesifik Anda menggunakan situs seperti Hyperdia atau Japan Transit Planner. Jika rencana perjalanan Anda melibatkan perjalanan jarak jauh yang ekstensif melintasi beberapa wilayah di luar Hokkaido (misalnya Tokyo ke Hokkaido, lalu ke Kyoto), JR Pass mungkin masih layak dibeli. Namun, untuk perjalanan yang hanya berfokus pada Hokkaido, tiket individual atau Hokkaido Rail Pass regional bisa lebih hemat.
- Pemesanan: Untuk tiket individual, Anda dapat membelinya di loket tiket stasiun JR (Midori no Madoguchi) atau melalui mesin tiket. Petugas di stasiun besar biasanya dapat berbicara sedikit bahasa Inggris. Untuk JR Pass, beli Exchange Order secara online atau melalui agen perjalanan sebelum tiba di Jepang, lalu tukarkan dengan pass yang sebenarnya di stasiun JR besar. Sistem ini mirip dengan pemesanan kereta jarak jauh di India melalui IRCTC, yang memiliki beberapa kelas dan pass, tetapi sistem Jepang umumnya lebih tepat waktu dan lebih praktis.
- Kereta & Bus Lokal: Di kota-kota seperti Sapporo dan Otaru, jalur JR lokal, kereta bawah tanah (Sapporo Subway, mirip Delhi Metro tetapi tidak terlalu padat), dan bus kota sangat efisien. Beli tiket satuan atau gunakan kartu IC (seperti Suica atau Pasmo, yang dapat digunakan di sebagian besar kota besar). Kartu ini bisa dibeli di mesin penjual tiket di stasiun.
- Mengemudi pada Musim Dingin: Kecuali Anda berpengalaman mengemudi pada musim dingin, umumnya tidak disarankan menyewa mobil dan berkendara di Hokkaido atau Pegunungan Alpen Jepang selama musim dingin karena salju lebat, jalan licin, serta kondisi berkendara yang tidak familiar. Andalkan transportasi umum.
- Pemesanan Akomodasi: Gunakan situs pemesanan seperti Booking.com, Agoda, atau situs resmi hotel secara langsung. Untuk ryokan tradisional, terutama yang dapat memenuhi kebutuhan makanan tertentu, sangat penting untuk memesan langsung dan menyampaikan kebutuhan Anda sebelumnya (setidaknya 1-2 bulan).
Menikmati Musim Dingin: Kuliner Vegetarian & Halal di Jepang
Kekhawatiran mengenai makanan, terutama bagi wisatawan vegetarian dan halal, merupakan hal yang wajar. Meskipun kuliner tradisional Jepang banyak menggunakan dashi (kaldu ikan) dan berbagai jenis daging, pilihan yang tersedia kini semakin beragam.
- Pilihan Vegetarian:
- Shojin Ryori: Kuliner vegetarian tradisional Buddha ini secara alami berbahan dasar tumbuhan dan berfokus pada sayuran musiman serta tahu. Kuil-kuil di Kyoto dan Koyasan terkenal akan hidangan ini, tetapi beberapa restoran khusus di kota-kota besar juga mungkin menyediakannya. Ini adalah pengalaman budaya dan kuliner yang sangat mendalam.
- CoCo Ichibanya: Seperti disebutkan sebelumnya, jaringan restoran kari ini merupakan pilihan aman yang tersedia luas dan menawarkan kari sayuran yang dapat disesuaikan.
- Ramen/Udon/Soba: Banyak kedai ramen modern kini menyediakan kuah vegetarian atau vegan khusus. Selalu minta "yasai ramen" (ramen sayuran) atau "vegan ramen" dan pastikan "dashi nuki" (tanpa kaldu ikan). Untuk udon/soba, "Zaru Soba/Udon" dingin (mi dingin dengan saus celup) bisa aman jika Anda memastikan sausnya bebas dashi. "Kitsune Udon/Soba" (dengan tahu goreng) juga bisa vegetarian, tetapi tetap periksa kuahnya.
- Sushi/Onigiri: Sushi gulung vegetarian seperti kappa maki (mentimun), oshinko maki (lobak acar), atau gulungan alpukat cukup umum. Minimarket menyediakan onigiri dengan isian ume (acar plum) atau kombu (rumput laut).
- Tempura: Tempura sayuran tersedia luas, tetapi pastikan digoreng dengan minyak sayur dan tidak terkontaminasi silang oleh tempura makanan laut.
- Hidangan Tahu: Agedashi tofu (tahu goreng) atau hiyayakko (tahu dingin) merupakan pilihan yang lezat, tetapi tanyakan secara khusus "katsuobushi nuki" (tanpa serutan ikan bonito).
- Sayuran Musim Dingin: Hasil bumi Jepang pada musim dingin seperti lobak daikon, bayam, wortel, dan sawi putih sangat lezat dan sering digunakan dalam hidangan musiman.
- Pilihan Halal:
- Jepang memiliki semakin banyak restoran bersertifikat halal, terutama di kota-kota besar seperti Tokyo dan Osaka, serta semakin banyak di pusat wisata seperti Sapporo. Situs web dan aplikasi seperti Halal Navi atau Halal Japan dapat membantu Anda menemukannya.
- Carilah restoran yang memasang tanda "Halal Friendly" atau "Muslim Friendly". Selalu konfirmasikan kepada staf.
- Banyak restoran India, Pakistan, dan Bangladesh terdapat di kota-kota besar dan menawarkan pilihan halal yang familier.
- Frasa yang Berguna:
- "Watashi wa bejitarian desu" (Saya vegetarian.)
- "Niku/sakana nuki de onegaishimasu" (Tanpa daging/ikan, tolong.)
- "Dashi nuki de onegaishimasu" (Tanpa dashi/kaldu ikan, tolong.)
- "Arigato gozaimasu" (Terima kasih banyak.)
- Minimarket (Konbini): 7-Eleven, Lawson, dan FamilyMart sangat membantu. Mereka menawarkan beragam camilan, mi instan (periksa bahan-bahannya dengan teliti untuk label vegetarian/halal), onigiri, dan kotak bento. Carilah produk dengan daftar bahan yang jelas atau simbol "vegetarian".
- Supermarket: Jika menginap di akomodasi dengan fasilitas memasak sendiri, supermarket menawarkan bahan segar, roti, dan makanan kemasan yang bahan-bahannya lebih mudah diperiksa.
Mengatur Anggaran dengan Cerdas untuk Perjalanan Salju Pertama
Jepang mungkin dianggap mahal, tetapi perencanaan yang cermat memungkinkan Anda menikmati perjalanan luar biasa dengan anggaran yang wajar. Berikut perkiraan rincian biaya untuk perjalanan 9 hari di Hokkaido, per orang, dengan mempertimbangkan wisatawan Asia Selatan. Harga bersifat perkiraan dan dapat berubah berdasarkan gaya perjalanan, pemesanan jauh-jauh hari, serta pilihan pribadi.
Nilai Tukar: ¥1 = ~₹0.56 / ~৳0.77
| Kategori | Perkiraan Biaya (JPY) | Perkiraan Biaya (INR) | Perkiraan Biaya (BDT) | Catatan
Komentar
Belum ada ulasan — jadilah yang pertama!
Artikel lain di wilayah ini — Lainnya
Lihat semua →
Penjemputan Bandara dengan Alphard dari Haneda atau Narita
8 min · tips

Perjalanan Rombongan Melihat Daun Musim Gugur dengan Bus Sewa di Jepang
9 min · tips

Fitur Bus Pariwisata Jepang: Wi-Fi, Karaoke, Toilet, dan Lainnya
9 min · tips

Harga Sewa Minibus 29 Kursi di Jepang: Apa yang Perlu Diperkirakan
8 min · tips