
Itinerary Bulan Madu di Jepang untuk Pasangan India
Rencanakan bulan madu impian di Jepang! Itinerary 8 hari untuk pasangan India & Bangladesh, mencakup Tokyo hingga Hakone, onsen pribadi, pemandangan Gunung Fuji, dan tips menghemat biaya.
10 Jul 2026·✍️ olablog·⏱ 17 menit baca
Rencanakan bulan madu impian di Jepang! Itinerary 8 hari untuk pasangan India & Bangladesh, mencakup Tokyo hingga Hakone, onsen pribadi, pemandangan Gunung Fuji, dan tips menghemat biaya.
Jepang menawarkan perpaduan luar biasa antara tradisi kuno dan keajaiban futuristis, menjadikannya latar ideal untuk bulan madu—terutama bagi pasangan dari India dan Bangladesh yang menginginkan pelarian romantis yang unik. Bayangkan diri Anda menjelajahi persimpangan Tokyo yang ramai, lalu bersantai di ryokan Hakone yang tenang dengan onsen pribadi, dengan perkiraan biaya mulai sekitar ¥250,000 (sekitar ₹140,000) per orang untuk perjalanan 8 hari, belum termasuk penerbangan. Itinerary ini berfokus pada penciptaan kenangan tak terlupakan dengan menyeimbangkan eksplorasi perkotaan dan keindahan alam yang menenangkan, sekaligus dirancang khusus untuk menjawab kekhawatiran umum tentang makanan, privasi, dan anggaran.
Merencanakan Perjalanan: Dari India/Bangladesh ke Jepang
Bulan madu ke Jepang memerlukan perencanaan matang, terutama terkait visa, waktu terbaik untuk berkunjung, dan konektivitas. Pemegang paspor India dan Bangladesh wajib memiliki visa turis. Mulailah proses pengajuan jauh-jauh hari, biasanya 2-3 bulan sebelum tanggal perjalanan yang direncanakan, melalui kedutaan atau konsulat Jepang di negara masing-masing. Persyaratan umumnya mencakup paspor yang masih berlaku, formulir permohonan visa, foto terbaru, pemesanan penerbangan dan hotel, serta itinerary terperinci. Bukti kemampuan finansial juga sangat penting.
Memilih waktu yang tepat untuk berkunjung dapat meningkatkan pengalaman secara signifikan. Musim semi (Maret-Mei), dengan bunga sakura (Sakura), dan musim gugur (Oktober-November), dengan dedaunan berwarna-warni, sangat populer berkat cuacanya yang sejuk dan pemandangan yang menakjubkan. Namun, periode ini juga berarti harga lebih tinggi dan jumlah wisatawan lebih banyak. Musim panas (Juni-Agustus) menghadirkan suhu yang lebih hangat serta tsuyu Jepang (musim hujan), yang mirip dengan beberapa wilayah India dan Bangladesh, dengan udara lembap dan hujan. Sementara itu, musim dingin (Desember-Februari) bisa sangat dingin, terutama di daerah pegunungan seperti Hakone, tetapi menawarkan pemandangan bersalju yang unik. Untuk bulan madu, akhir musim semi atau awal musim gugur biasanya memberikan keseimbangan terbaik antara cuaca nyaman dan keramaian yang lebih sedikit dibandingkan puncak musim Sakura, sambil tetap menikmati pemandangan indah.
Tetap terhubung sangatlah penting. Kami menyarankan Anda membeli eSIM atau kartu SIM fisik lokal setibanya di Jepang agar mendapatkan data yang andal untuk navigasi, penerjemahan, dan berkomunikasi dengan keluarga. Pilihan seperti 'Sakura Mobile' atau 'Mobal' menyediakan paket SIM turis yang sangat baik. Alternatifnya, router Wi-Fi portabel (pocket Wi-Fi) dapat disewa di bandara atau secara online. Pilihan ini ideal untuk berbagi koneksi antarperangkat dan biasanya berharga sekitar ¥500-1,000 (sekitar ₹280-560) per hari. Meskipun Wi-Fi publik gratis tersedia di banyak kawasan perkotaan dan stasiun kereta utama, koneksinya bisa tidak stabil, sehingga koneksi khusus lebih disarankan.
Untuk anggaran, Jepang menawarkan berbagai pilihan. Perjalanan Hemat dapat berfokus pada hotel bisnis, makanan kaki lima, dan kereta lokal, dengan biaya sekitar ¥250,000-350,000 (sekitar ₹140,000-196,000) per orang untuk 8 hari. Pengalaman Kelas Menengah, yang mencakup hotel nyaman, menginap di ryokan, beberapa santapan mewah, dan perjalanan dengan kereta peluru, dapat berkisar antara ¥350,000-500,000 (sekitar ₹196,000-280,000) per orang. Untuk bulan madu Mewah, yang mencakup hotel premium, ryokan eksklusif dengan onsen pribadi, hidangan gourmet, dan transportasi privat, siapkan biaya di atas ¥500,000 (sekitar ₹280,000) per orang. Angka-angka ini belum termasuk penerbangan internasional.
Denyut Romantis Tokyo: Hari 1-4
Bulan madu Anda dimulai di Tokyo, kota yang berdenyut dengan energi tiada duanya. Bagi pasangan, Tokyo menawarkan perpaduan atraksi modern, taman yang tenang, dan pengalaman budaya unik—sempurna untuk menciptakan kenangan yang bertahan lama.
Hari 1: Kedatangan & Gemerlap Neon Shinjuku
Setelah mendarat di Bandara Narita (NRT) atau Haneda (HND), tugas pertama Anda adalah menuju akomodasi di Tokyo. Dari Narita, Narita Express (N'EX) sangat direkomendasikan karena nyaman dan melayani rute langsung ke stasiun-stasiun utama seperti Shinjuku, Shibuya, dan Tokyo Station, dengan biaya sekitar ¥3,250 (sekitar ₹1,820). Perjalanan memakan waktu sekitar 60-90 menit. Dari Haneda, Keikyu Line atau Tokyo Monorail menawarkan koneksi cepat ke pusat Tokyo, dengan tarif biasanya di bawah ¥700 (sekitar ₹390). Pertimbangkan untuk membeli kartu Welcome Suica atau Pasmo setibanya di Jepang. Kartu IC yang dapat diisi ulang ini berfungsi seperti kartu Delhi Metro, memungkinkan perjalanan praktis dengan semua kereta lokal dan subway, bahkan untuk berbelanja di minimarket.
Check-in di hotel Anda di Shinjuku, kawasan semarak dengan beragam pilihan kuliner dan hiburan. Untuk awal yang romantis, pertimbangkan hotel seperti Park Hyatt Tokyo (mewah) atau Hotel Gracery Shinjuku (kelas menengah). Setelah beristirahat, berjalan santai di Shinjuku Gyoen National Garden, oasis tenang di tengah gedung-gedung pencakar langit kota. Tiket masuknya ¥500 (sekitar ₹280). Pada sore menjelang malam, kunjungi Tokyo Metropolitan Government Building untuk menikmati panorama kota gratis dari dek observasinya. Saat senja tiba, kawasan ini berubah suasana. Meskipun Golden Gai dan Omoide Yokocho (Piss Alley) memberikan gambaran tentang kehidupan malam Tokyo, bagi sebagian besar pasangan India/Bangladesh, tempat-tempat ini lebih cocok untuk menikmati atmosfer daripada bersantap. Sebagai gantinya, pilih makan malam romantis di restoran yang menghadap kota, seperti restoran-restoran di gedung tinggi Shinjuku.
Hari 2: Kemegahan Kekaisaran & Keajaiban Seni Digital
Awali hari dengan mengunjungi Imperial Palace East Garden, bekas lokasi Kastel Edo. Tiket masuknya gratis, dan taman ini menawarkan perjalanan santai yang sangat indah dalam cahaya pagi. Perlu diketahui bahwa area dalam istana umumnya tidak dibuka untuk umum, kecuali pada tanggal-tanggal tertentu. Dari sana, naik subway sebentar menuju Ginza, kawasan belanja kelas atas Tokyo. Meskipun Anda tidak berencana berbelanja barang mewah, berjalan menyusuri Chuo-dori (terutama saat jalan ini ditutup untuk kendaraan pada akhir pekan) memberikan gambaran tentang sisi elegan Tokyo. Nikmati kopi di salah satu kafe bergaya atau jelajahi pusat perbelanjaan seperti Mitsukoshi dan Ginza Six.
Sore hari didedikasikan untuk pengalaman yang benar-benar imersif dan romantis: teamLab Planets TOKYO. Museum seni digital ini menawarkan pameran interaktif di mana pengunjung berjalan menyusuri air dan dikelilingi instalasi cahaya memukau, menciptakan banyak kesempatan berfoto bagi pasangan. Pesan tiket jauh-jauh hari secara online karena tiketnya sering habis. Tiket masuknya sekitar ¥3,200 (sekitar ₹1,790). Luangkan waktu 1.5-2 jam. Pada malam hari, pertimbangkan pelayaran romantis Sumida River cruise dari Asakusa untuk menikmati pemandangan Tokyo Skytree dan cakrawala kota yang diterangi lampu, atau naik ke Tokyo Skytree untuk menyaksikan panorama malam yang menakjubkan (sekitar ¥3,100 / sekitar ₹1,740 untuk tiket kombinasi).
Hari 3: Kuil Tradisional & Energi Ikonik Shibuya
Mulailah hari di Asakusa, pusat spiritual Tokyo. Jelajahi Senso-ji Temple, kuil tertua di Tokyo, serta jalan pasar Nakamise-dori yang ramai dan mengarah ke kuil tersebut. Ini tempat yang sangat baik untuk membeli oleh-oleh dan mencicipi camilan tradisional Jepang (cari mochi atau senbei). Berhati-hatilah di area yang ramai dan patuhi etika saat berada di kuil. Untuk pengalaman berbeda, pertimbangkan menyewa kimono tradisional dan berfoto di sekitar area kuil—aktivitas populer dan romantis bagi pasangan.
Setelah makan siang (Asakusa memiliki banyak pilihan yang ramah vegetarian, termasuk restoran tempura dan kedai mi yang dapat menyiapkan hidangan khusus sayuran), pergilah ke Ueno Park. Taman luas ini menaungi beberapa museum, termasuk Tokyo National Museum dan National Museum of Western Art, serta Ueno Zoo. Berjalan santai di taman, mungkin sambil mengunjungi museum tertentu yang menarik bagi Anda, merupakan pilihan yang tepat untuk menghabiskan sore dengan tenang.
Akhiri hari di Shibuya, rumah bagi Shibuya Crossing yang terkenal di seluruh dunia. Rasakan kekacauan yang teratur saat ribuan orang menyeberang secara bersamaan—momen Tokyo yang benar-benar ikonik. Ambil foto dari Starbucks yang menghadap persimpangan atau dari lantai pejalan kaki. Jangan lewatkan patung Hachiko, simbol kesetiaan yang mengharukan. Untuk pemandangan kota yang luar biasa dan kesempatan berfoto saat matahari terbenam, naiklah ke Shibuya Sky, dek observasi terbuka di atas gedung Shibuya Scramble Square. Tiketnya sekitar ¥2,200 (sekitar ₹1,230) dan sebaiknya dipesan online terlebih dahulu.
Hari 4: Perjalanan Sehari Penuh Budaya ke Nikko
Pada hari keempat, tinggalkan hiruk-pikuk kota untuk menikmati perjalanan romantis sehari ke Nikko, situs Warisan Dunia UNESCO yang terkenal dengan kuil dan tempat suci berornamen mewah di tengah alam yang indah. Perjalanan dari Tokyo (Shinjuku atau Asakusa) memakan waktu sekitar 2 jam dengan kereta Tobu Limited Express, dengan biaya sekitar ¥2,800 (sekitar ₹1,570) sekali jalan. Nikko Pass (tersedia dalam beberapa jenis) dapat menjadi pilihan ekonomis karena menawarkan perjalanan kereta dan bus tanpa batas di kawasan tersebut.
Setibanya di sana, naik bus lokal menuju area kuil utama. Jelajahi Toshogu Shrine yang megah, mausoleum Tokugawa Ieyasu, shogun paling terkenal di Jepang. Kagumi ukiran rumitnya, termasuk "tiga monyet bijak" yang terkenal (tidak melihat keburukan, tidak mendengar keburukan, tidak mengucapkan keburukan). Berjalanlah menyusuri area tenang Futarasan-jinja Shrine dan Taiyuinbyo Mausoleum. Keindahan alam Nikko, dengan hutan cedar dan aliran sungainya yang indah, menjadi latar romantis bagi pasangan.
Untuk makan siang, carilah restoran lokal yang menyajikan hidangan yuba (kulit tahu), makanan khas Nikko yang banyak di antaranya ramah vegetarian. Jika waktu memungkinkan, pertimbangkan mengunjungi Kegon Falls, salah satu air terjun terindah di Jepang, yang dapat dicapai dengan perjalanan bus singkat dan turun menggunakan lift (¥570 / sekitar ₹320). Kembali ke Tokyo pada malam hari, mungkin sambil menikmati makan malam romantis terakhir di salah satu kawasan kuliner Tokyo yang beragam.
Impian Hakone: Onsen Pribadi & Pemandangan Gunung Fuji (Hari 5-6)
Setelah menikmati energi Tokyo yang semarak, kini waktunya menyelami keindahan Hakone yang tenang, kota pegunungan yang terkenal dengan pemandian air panas (onsen), pemandangan Gunung Fuji yang menakjubkan, dan atraksi seninya. Di sinilah bulan madu Anda benar-benar memasuki suasana tenang dan intim.
Hari 5: Perjalanan ke Hakone & Pesona Danau Ashi
Perjalanan dari Tokyo ke Hakone merupakan bagian dari pengalaman. Dari Shinjuku, naik Odakyu Romancecar langsung ke Hakone-Yumoto Station. Kereta ekspres terbatas yang nyaman dan menawarkan pemandangan indah ini memerlukan waktu sekitar 85 menit dengan biaya sekitar ¥2,330 (sekitar ₹1,300). Alternatifnya, Anda dapat naik Shinkansen (kereta peluru) dari Tokyo Station ke Odawara, lalu berganti ke Hakone Tozan Line menuju Hakone-Yumoto. Hakone Free Pass sangat direkomendasikan untuk pasangan karena menawarkan perjalanan tanpa batas dengan sebagian besar transportasi lokal (kereta, bus, ropeway, dan kapal) di kawasan Hakone selama 2 atau 3 hari, sehingga dapat menghemat cukup banyak biaya. Pass 2 hari berharga sekitar ¥6,100 (sekitar ₹3,416) dari Shinjuku.
Setibanya di Hakone-Yumoto, check-in di ryokan pilihan Anda. Menginap di ryokan menjadi daya tarik utama bagi banyak pasangan, terutama dari India dan Bangladesh, karena menekankan privasi. Banyak ryokan di Hakone menawarkan kamar dengan onsen terbuka pribadi (rotenburo), sehingga pasangan dapat menikmati pemandian air panas bersama dalam suasana yang sepenuhnya privat. Pilihan ini sangat menarik bagi mereka yang mungkin merasa kurang nyaman dengan pemandian umum karena norma budaya atau tato. Saat memesan, cari secara spesifik "room with private onsen" atau "kashikiri-buro" (pemandian pribadi yang dapat dipesan). Pilihan tepercaya antara lain Gora Kadan (mewah), Hakone Ginyu (mewah), atau Hotel Kajikaso (kelas menengah dengan beberapa pilihan privat). Siapkan biaya sekitar ¥40,000-100,000+ (sekitar ₹22,400-56,000+) per malam untuk kamar dengan onsen pribadi. Harga ini sering kali sudah termasuk makan malam multi-menu yang mewah dan sarapan.
Setelah beristirahat, ikuti perjalanan klasik Hakone Loop. Mulailah dengan Hakone Tozan Railway yang indah menuju Gora, lalu lanjutkan dengan Hakone Tozan Cable Car ke Sounzan. Dari Sounzan, naik Hakone Ropeway melintasi lembah vulkanis aktif Owakudani. Perjalanan ini menawarkan panorama menakjubkan, termasuk Mt. Fuji pada hari yang cerah. Turun di Togendai dan nikmati pelayaran romantis melintasi Lake Ashi dengan replika kapal bajak laut. Pelayaran ini memberikan pemandangan indah torii Hakone Shrine dan, sekali lagi, Mt. Fuji jika cuaca memungkinkan. Turun di Hakone-machi atau Moto-Hakone untuk berjalan sebentar menuju Hakone Shrine, yang berada di tengah hutan yang damai. Kembali ke ryokan untuk menikmati makan malam tradisional kaiseki dan berendam santai di onsen pribadi.
Hari 6: Ketenangan Mt. Fuji & Eksplorasi Seni
Dedikasikan hari ini untuk menikmati keindahan Hakone dan, semoga saja, kemegahan Mt. Fuji. Jika pemandangan pada Hari 5 kurang jelas, coba lagi dari Hakone Ropeway atau Lake Ashi. Tempat lain yang sangat baik untuk melihat Fuji adalah Onshi-Hakone Park, yang berada di sebuah semenanjung yang menjorok ke Lake Ashi dan menawarkan panorama tanpa terhalang.
Menjelang pertengahan pagi, kunjungi Hakone Open-Air Museum. Museum unik ini memadukan patung-patung luar ruang yang menakjubkan dengan lanskap alami, menciptakan suasana indah dan reflektif untuk dijelajahi pasangan. Museum ini menampilkan karya Henry Moore, Picasso, dan banyak seniman Jepang, sekaligus menawarkan banyak kesempatan berfoto di tengah perpaduan seni dan alam. Tiket masuknya ¥1,600 (sekitar ₹896).
Habiskan sore dengan bersantai di ryokan, menikmati onsen pribadi, mungkin memanjakan diri dengan pijat pasangan (beberapa ryokan menyediakannya; tanyakan saat memesan), atau sekadar melepas penat di kamar tradisional Jepang. Inilah kesempatan Anda untuk benar-benar merasakan ketenangan dan keintiman pengalaman di Hakone. Untuk makanan vegetarian/halal, beri tahu pihak ryokan jauh-jauh hari (setidaknya seminggu sebelumnya). Mereka umumnya sangat membantu dan dapat menyiapkan hidangan khusus dengan mengganti daging/ikan menggunakan tahu dan sayuran. Nantikan hidangan lezat yang disajikan dengan sangat indah. Pada malam hari, nikmati makan malam ryokan istimewa lainnya sambil mengenang momen-momen damai yang telah Anda lalui bersama.
Etika Ryokan & Onsen untuk Pasangan India/Bangladesh:
- Privasi & Tato: Memilih ryokan dengan onsen pribadi di dalam kamar atau pemandian pribadi yang dapat dipesan (kashikiri-buro) sangat ideal bagi pasangan dari India/Bangladesh. Pilihan ini menjamin privasi sepenuhnya dan mengatasi kekhawatiran tentang ketelanjangan di tempat umum atau tato yang terlihat, yang di Jepang sering dikaitkan dengan Yakuza dan terkadang dapat membatasi akses ke pemandian umum. Selalu pastikan ketersediaan pemandian pribadi saat memesan.
- Mandi Sebelum Berendam: Sebelum memasuki onsen (pribadi maupun umum), Anda wajib mencuci tubuh secara menyeluruh dengan sabun dan membilasnya di area cuci yang telah disediakan. Ini merupakan aturan kebersihan yang sangat mendasar.
- Tanpa Busana: Onsen dinikmati tanpa busana. Jika menggunakan onsen pribadi, hal ini tidak terlalu menjadi masalah. Di pemandian umum, handuk tidak boleh dibawa masuk ke dalam air. Anda dapat menggunakan handuk kecil untuk menutupi tubuh saat berjalan menuju atau meninggalkan pemandian, tetapi jangan sampai handuk tersebut masuk ke air.
- Hening: Jagalah sikap yang tenang dan penuh hormat. Onsen adalah tempat untuk bersantai.
- Rambut: Rambut panjang sebaiknya diikat agar tidak masuk ke dalam air.
- Dilarang Membawa Makanan/Minuman: Jangan membawa makanan atau minuman ke area onsen.
- Durasi: Berendamlah selama 5-10 menit, lalu beristirahat. Ulangi beberapa kali. Jangan terlalu lama, terutama jika Anda belum terbiasa dengan pemandian air panas.
Kembali ke Tokyo: Belanja & Perpisahan (Hari 7-8)
Perjalanan Anda kembali berputar ke Tokyo, memberi kesempatan untuk membeli oleh-oleh di menit-menit terakhir, mengunjungi kembali tempat favorit, atau menjelajahi sesuatu yang baru sebelum pulang.
Hari 7: Menjelajahi Kembali Tokyo & Perpisahan Romantis
Kembali ke Tokyo dari Hakone, sekali lagi dengan Romancecar atau Shinkansen, yang memerlukan waktu sekitar 1.5-2 jam. Check-in di hotel di kawasan berbeda, mungkin Shibuya atau Ginza, untuk merasakan sisi kota yang lain. Hari ini cukup fleksibel.
Bagi pasangan yang gemar berbelanja, jelajahi kawasan seperti Shinjuku untuk department store dan elektronik, Shibuya untuk fesyen trendi, atau Akihabara untuk anime, manga, dan elektronik (tempat yang menyenangkan meskipun Anda bukan penggemar berat). Jika mencari kerajinan Jepang atau oleh-oleh yang unik, Nakamise-dori di Asakusa (jika ingin berkunjung kembali) atau berbagai toko kecil di sekitar Ginza dan Nihonbashi menawarkan barang-barang berkualitas. Jangan lupa mengunjungi toko donki (Don Quijote) untuk melihat berbagai macam barang unik Jepang, camilan, dan kosmetik—pengalaman yang menyenangkan bagi pasangan.
Pertimbangkan satu pengalaman romantis terakhir. Anda bisa mengunjungi Ghibli Museum (memerlukan pemesanan terlebih dahulu, sering kali berbulan-bulan sebelumnya, karena tiketnya langsung habis) jika Anda penggemar film Studio Ghibli. Alternatifnya, habiskan sore dengan santai di Yanaka Ginza Shopping Street, kawasan Tokyo lama yang menawan dengan suasana santai, sempurna untuk berjalan kaki dengan tenang sambil menikmati camilan lokal. Pada malam hari, nikmati makan malam perpisahan yang istimewa. Tokyo memiliki dunia kuliner luar biasa; pertimbangkan restoran teppanyaki kelas atas, restoran sushi yang tenang (dengan pilihan vegetarian), atau restoran India untuk menikmati cita rasa rumah. Banyak restoran India dan Bangladesh yang sangat baik tersebar di Tokyo, terutama di kawasan seperti Shinjuku dan Ginza.
Hari 8: Keberangkatan
Nikmati sarapan Jepang terakhir di hotel atau kafe lokal. Tergantung jadwal penerbangan, Anda mungkin masih memiliki waktu untuk berbelanja oleh-oleh di sekitar hotel atau mengunjungi taman. Pastikan Anda menyediakan cukup waktu untuk menuju Bandara Narita atau Haneda. Untuk Narita, usahakan tiba setidaknya 3 jam sebelum jadwal keberangkatan penerbangan internasional, dengan memperhitungkan waktu perjalanan dari hotel (1-1.5 jam dengan N'EX atau Limousine Bus, sekitar ¥3,200 / ₹1,790). Untuk Haneda, waktu 2.5-3 jam seharusnya cukup (30-60 menit dengan kereta/monorel, sekitar ¥700 / ₹390). Periksa kembali terminal penerbangan Anda dan rencanakan transportasi dengan tepat.
Kelezatan Kuliner: Vegetarian, Halal & Lainnya
Makanan merupakan bagian penting dari setiap pengalaman perjalanan. Bagi pasangan India dan Bangladesh, menemukan pilihan vegetarian dan halal yang sesuai di Jepang mungkin menjadi tantangan. Meskipun kuliner tradisional Jepang banyak menggunakan hidangan laut dan dashi (kaldu ikan), Tokyo dan Hakone kini semakin ramah terhadap berbagai kebutuhan makanan.
Kuliner Vegetarian:
- Aplikasi/Situs HappyCow: Ini adalah sahabat terbaik Anda. HappyCow mencantumkan restoran, kafe, dan toko vegetarian serta vegan di seluruh dunia, lengkap dengan ulasan dan petunjuk arah.
- Masakan Kuil (Shojin Ryori): Di kawasan seperti Nikko atau di dekat kuil Buddha, Shojin Ryori merupakan masakan vegetarian tradisional Buddha yang biasanya vegan dan disiapkan dengan sangat indah. Ini adalah pengalaman bersantap khas Jepang yang unik dan autentik.
- Kedai Mi: Banyak kedai ramen dan udon kini menawarkan kuah vegetarian, yang sering kali diberi tanda dengan jelas. Mintalah "yasai ramen" (ramen sayuran) atau "niku-nashi" (tanpa daging). Jika menghindari produk ikan, jelaskan secara spesifik mengenai dashi—"dashi-nashi" (tanpa dashi).
- Tempura: Banyak restoran tempura dapat menyiapkan tempura sayuran campur. Jika khawatir tentang kontaminasi silang, pastikan mereka menggunakan minyak terpisah untuk hidangan vegetarian.
- Kari: Kari Jepang (biasanya disajikan dengan nasi, katsu atau irisan daging goreng) sangat populer. Versi vegetarian tersedia di kedai kari khusus.
- Minimarket: Konbini (7-Eleven, FamilyMart, Lawson) sangat membantu. Mereka menawarkan berbagai makanan yang ramah vegetarian, seperti onigiri (nasi kepal; periksa isiannya), salad (baca bahan-bahannya dengan teliti), ubi rebus, dan beragam camilan.
- Restoran India: Tokyo dan kota-kota besar lainnya memiliki cukup banyak restoran India yang menawarkan cita rasa familiar dan pilihan vegetarian yang terjamin. Banyak di antaranya dikelola oleh koki dari India dan Bangladesh.
Kuliner Halal:
- Restoran Bersertifikat Halal: Jumlah restoran bersertifikat halal terus bertambah, terutama di Tokyo. Cari tanda "Halal" atau periksa sumber online seperti Halal Gourmet Japan atau Salam Groovy Japan.
- Pilihan Ramah Muslim: Beberapa restoran mungkin belum sepenuhnya bersertifikat halal, tetapi menyediakan menu "Muslim-friendly", menggunakan daging halal jika disebutkan atau menghindari daging babi dan alkohol. Selalu konfirmasikan kepada staf.
- Ruang Salat: Bandara-bandara utama (Narita, Haneda) dan beberapa pusat perbelanjaan besar memiliki ruang salat.
- Memasak Sendiri: Jika menginap di Airbnb atau apartemen dengan dapur, pertimbangkan membeli bahan makanan dari supermarket. Meskipun daging halal lebih sulit ditemukan, produk segar, beras, dan bahan vegetarian tersedia secara luas.
Tips Umum tentang Makanan:
- Kendala Bahasa: Bawalah aplikasi penerjemah atau kartu kecil dengan frasa penting seperti "Saya vegetarian", "tanpa daging", "tanpa ikan", "tanpa dashi", "halal", "tanpa daging babi", dan "tanpa alkohol."
- Fleksibilitas: Meskipun Jepang semakin mampu memenuhi berbagai kebutuhan makanan, tetaplah fleksibel. Terkadang, lauk acar atau nasi yang lezat mungkin menjadi makanan utama Anda.
- Camilan: Selalu bawa camilan yang familiar dari rumah, terutama untuk keadaan darurat atau hari-hari dengan perjalanan panjang.
Perjalanan Cerdas: Tips Transportasi & Anggaran
Memahami sistem transportasi Jepang yang efisien dan mengatur anggaran dengan baik merupakan kunci bulan madu yang lancar.
Hal-Hal Penting tentang Transportasi
Transportasi umum Jepang berkelas dunia.
- Japan Rail Pass (JR Pass): Untuk perjalanan 8 hari, JR Pass 7 hari mungkin layak dipertimbangkan jika Anda berencana bepergian secara ekstensif ke luar Tokyo dan Hakone (misalnya, menambahkan Kyoto). Namun, untuk itinerary Tokyo-Hakone-Tokyo, tiket satuan atau pass regional biasanya lebih hemat. JR Pass Ordinary 7 hari berharga sekitar ¥50,000 (sekitar ₹28,000). N'EX dan beberapa rute Shinkansen tercakup, tetapi Hakone Free Pass (untuk transportasi khusus di Hakone) terpisah.
- Kartu IC (Suica/Pasmo): Seperti yang telah disebutkan, kartu ini sangat penting untuk perjalanan lokal. Belilah setibanya di stasiun besar mana pun. Isi saldo awal sebesar ¥5,000-10,000 (sekitar ₹2,800-5,600).
- Google Maps: Penting untuk mengetahui jadwal kereta secara real-time, nomor peron, dan petunjuk arah. Masukkan tujuan Anda, lalu aplikasi akan memberikan rute tercepat, termasuk perpindahan dan tarif. Tokyo Metro sangat luas, tetapi mudah digunakan setelah Anda terbiasa, mirip dengan Delhi Metro yang tertata baik.
- Limousine Bus: Untuk perjalanan dari dan ke bandara, terutama jika membawa bagasi, Airport Limousine Bus merupakan pilihan nyaman yang mengantar Anda langsung ke banyak hotel besar. Tiket dapat dibeli di bandara.
- Taksi: Taksi mahal di Jepang. Gunakan seperlunya, terutama untuk jarak pendek atau saat transportasi umum tidak memungkinkan pada larut malam. Perjalanan singkat mungkin berharga ¥700-1,500 (sekitar ₹390-840).
Menyusun Anggaran Bulan Madu Impian
Berikut contoh rincian anggaran untuk bulan madu 8 hari kelas menengah bagi dua orang, belum termasuk penerbangan internasional:
| Kategori | Perkiraan Biaya (¥) per pasangan | Perkiraan Biaya (₹) per pasangan (sekitar) | Catatan
Komentar
Belum ada ulasan — jadilah yang pertama!
Artikel lain di wilayah ini — Lainnya
Lihat semua →
Penjemputan Bandara dengan Alphard dari Haneda atau Narita
8 min · tips

Perjalanan Rombongan Melihat Daun Musim Gugur dengan Bus Sewa di Jepang
9 min · tips

Fitur Bus Pariwisata Jepang: Wi-Fi, Karaoke, Toilet, dan Lainnya
9 min · tips

Harga Sewa Minibus 29 Kursi di Jepang: Apa yang Perlu Diperkirakan
8 min · tips