
eVisa Jepang untuk Warga India
Temukan eVisa Jepang untuk pemegang paspor India: kelayakan, langkah-langkah pendaftaran online, persyaratan dokumen, dan biaya untuk perjalanan Anda pada 2026.
10 Jul 2026Ā·āļø olablogĀ·ā± 15 menit baca
Temukan eVisa Jepang untuk pemegang paspor India: kelayakan, langkah-langkah pendaftaran online, persyaratan dokumen, dan biaya untuk perjalanan Anda pada 2026.
Merencanakan perjalanan impian ke Jepang kini menjadi jauh lebih mudah. Sejak awal 2026, pemegang paspor India yang ingin berwisata dalam jangka pendek kini dapat mengajukan eVisa Jepang, sehingga proses yang sebelumnya mengharuskan kunjungan langsung ke pusat pengajuan visa menjadi lebih praktis. Artinya, lebih sedikit kerepotan dan lebih banyak waktu untuk menyusun rencana perjalanan, terlebih biaya visa pemerintah bagi warga India tetap sangat terjangkau, yaitu ā¹500 untuk visa sekali masuk maupun visa berkali-kali masuk.
Bagi pelancong pemula maupun berpengalaman dari India dan Bangladesh, memahami seluk-beluk pengajuan visa bisa terasa seperti menyeberangi Shibuya Crossing di Tokyo saat jam sibuk. Panduan lengkap yang disusun oleh tim OlaChill ini akan menjelaskan proses eVisa Jepang untuk warga negara India dan Bangladesh, termasuk siapa yang memenuhi syarat, langkah-langkah pendaftaran online, spesifikasi dokumen penting, serta rincian biaya secara jelas. Kami juga akan membahas berbagai kekhawatiran umum, mulai dari menemukan pilihan makanan vegetarian dan halal hingga tips praktis perjalanan, agar perjalanan Anda ke Negeri Matahari Terbit berjalan semulus perjalanan Shinkansen.
eVisa Jepang untuk Warga India: Terobosan yang Perlu Anda Ketahui
Diperkenalkannya eVisa Jepang bagi warga negara India menjadi titik penting, terutama bagi mereka yang sedang merencanakan liburan. Sejak peluncuran bertahap yang dimulai pada 2024 dan ketersediaan yang lebih luas pada 2025-2026, sistem visa elektronik ini ditujukan untuk menyederhanakan proses masuk bagi wisatawan jangka pendek yang memenuhi syarat. Berbeda dari visa stiker tradisional, eVisa mengirimkan "Visa Issuance Notice" digital langsung kepada Anda, sehingga tidak diperlukan lagi cap fisik di paspor.
Peralihan ke sistem digital ini sangat bermanfaat karena Anda tidak perlu datang ke pusat VFS Global untuk janji temu biometrik jika memenuhi kriteria eVisa yang ditetapkan. Bagi pelancong India, hal ini berarti proses yang lebih praktis karena sebagian besar pengajuan dapat dikelola dari rumah. Namun, penting untuk dipahami bahwa meskipun sistemnya digital, warga India umumnya mengajukan eVisa melalui agen perjalanan atau pusat pengajuan visa yang diakreditasi MOFA, bukan langsung melalui portal eVISA Ministry of Foreign Affairs (MOFA). Agen-agen ini berperan sebagai perantara, memproses pengajuan Anda dan menyerahkannya kepada perwakilan diplomatik Jepang atas nama Anda.
Komitmen pemerintah Jepang untuk meningkatkan pariwisata dari India terlihat bukan hanya dari diperkenalkannya eVisa, tetapi juga dari struktur biayanya yang sangat menguntungkan. Meskipun Jepang menaikkan biaya visa secara global sejak July 1, 2026, pemegang paspor India tetap menikmati tarif konsesi yang sangat rendah, yaitu ā¹500 untuk visa sekali masuk maupun visa berkali-kali masuk. Dari sudut pandang biaya visa, hal ini menjadikan Jepang salah satu destinasi premium paling terjangkau bagi wisatawan India, terutama jika dibandingkan dengan biaya visa destinasi populer lainnya yang sering kali sepuluh kali lebih mahal. Keuntungan finansial ini, ditambah proses pendaftaran online yang lebih sederhana, menjadikan 2026 tahun yang sangat baik bagi wisatawan India dan Bangladesh untuk menjelajahi Jepang.
Siapa yang Memenuhi Syarat untuk eVisa Jepang dari India?
Meskipun eVisa menawarkan kemudahan yang luar biasa, kriteria kelayakannya bagi pemegang paspor India cukup spesifik. eVisa bukan solusi universal untuk semua jenis perjalanan ke Jepang. Memahami ketentuan ini sejak awal merupakan kunci agar pengajuan Anda berhasil.
Kriteria Kelayakan Utama bagi Pemegang Paspor India:
- Tujuan Perjalanan: eVisa Jepang khusus untuk wisata jangka pendek sekali masuk. Artinya, tujuan utama Anda harus berupa tamasya, liburan, atau mengunjungi teman dan keluarga.
- Durasi Tinggal: Anda mengajukan izin tinggal hingga 90 hari. Durasi pasti yang diberikan akan ditentukan oleh petugas imigrasi saat kedatangan.
- Tempat Tinggal: Anda harus merupakan pemegang paspor India yang berdomisili di India.
- Jenis Paspor: Hanya pemegang paspor biasa yang memenuhi syarat untuk mengajukan melalui sistem JAPAN eVISA.
- Cara Masuk: Anda harus memasuki Jepang melalui jalur udara. Meskipun beberapa feri penumpang internasional berjadwal antara Jepang dan Busan atau Shanghai disebutkan untuk kewarganegaraan lain, bagi sebagian besar pelancong India hal ini berarti terbang ke Jepang.
- Melalui Agen Terakreditasi: Warga India yang berdomisili di India tidak dapat mengajukan langsung melalui situs resmi MOFA eVISA. Pengajuan harus dilakukan melalui agen perjalanan atau pusat pengajuan visa yang diakreditasi MOFA. Agen tersebut akan membantu mengirimkan pengajuan online atas nama Anda.
- Tidak Memiliki Kewarganegaraan Ganda dengan Jepang: Jika Anda memiliki kewarganegaraan ganda, termasuk kewarganegaraan Jepang, Anda tidak memenuhi syarat untuk mendapatkan eVisa.
- Catatan Bersih: Pemohon yang pernah dinyatakan bersalah atas tindak kejahatan atau pelanggaran, atau pernah dideportasi dari negara mana pun, umumnya tidak memenuhi syarat dan sebaiknya berkonsultasi langsung dengan kedutaan Jepang.
Kapan eVisa Tidak Berlaku:
Penting untuk mengetahui situasi ketika eVisa bukan pilihan yang tepat. Jika perjalanan Anda termasuk salah satu kategori berikut, Anda tetap perlu mengajukan visa stiker tradisional melalui VFS Global:
- Visa Berkali-kali Masuk: Jika Anda berencana mengunjungi Jepang secara rutin dalam periode tertentu (misalnya 1-5 tahun), Anda memerlukan visa stiker berkali-kali masuk.
- Perjalanan Bisnis: eVisa tidak berlaku, bahkan untuk perjalanan bisnis jangka pendek.
- Visa Studi atau Kerja: Masa tinggal jangka panjang untuk pendidikan atau pekerjaan selalu memerlukan visa tradisional.
- Mengunjungi Teman atau Kerabat (Bukan Berfokus pada Wisata): Meskipun wisata dapat mencakup kunjungan kepada teman atau keluarga, jika tujuan utamanya bukan wisata secara umum, visa kunjungan tradisional mungkin diperlukan.
- Visa Transit: Sejak July 1, 2026, Jepang telah menghapus kategori visa transit terpisah untuk semua kewarganegaraan. Jika Anda perlu masuk ke Jepang saat transit, Anda mungkin harus mengajukan visa tinggal jangka pendek yang sesuai.
- Perawatan Medis: Untuk keperluan medis, diperlukan visa medis khusus.
- Perjalanan dengan Kapal (Feri Non-Designated): Jika Anda masuk menggunakan kapal pesiar atau feri internasional non-designated, eVisa mungkin tidak berlaku.
Selalu periksa kembali persyaratan terbaru di situs web resmi Kedutaan Besar Jepang di India atau agen terakreditasi pilihan Anda, karena peraturan dapat berubah sewaktu-waktu. Dengan memastikan hal ini, Anda dapat mengajukan jenis visa yang tepat dan menghindari kemungkinan keterlambatan atau penolakan.
Menelusuri Proses Online: Langkah demi Langkah Pengajuan eVisa
Proses eVisa Jepang dilakukan secara online, tetapi tetap membutuhkan ketelitian, terutama karena warga India yang berdomisili di India harus mengajukan melalui agen terakreditasi. Anggap saja prosesnya seperti memesan tiket IRCTC ā Anda menggunakan platform tepercaya, tetapi sistem di baliknya tetap ketat dan memerlukan informasi yang akurat. Berikut panduan umum langkah demi langkah untuk mengajukan eVisa Jepang:
Langkah 1: Pilih Agen Terakreditasi Sebagai warga India yang berdomisili di India, Anda tidak dapat mengajukan langsung melalui situs web resmi JAPAN eVISA. Anda harus menggunakan jasa agen perjalanan yang diakreditasi MOFA atau pusat pengajuan visa yang ditunjuk seperti VFS Global. Mulailah dengan mencari agen tepercaya yang menyediakan layanan eVisa Jepang bagi pemegang paspor India. Mereka akan menjadi perantara Anda dengan perwakilan diplomatik Jepang.
Langkah 2: Akses Portal Online Agen & Buat Akun Setelah memilih agen, biasanya Anda akan diarahkan ke portal online khusus mereka untuk pengajuan visa Jepang. Anda perlu membuat akun baru menggunakan alamat email dan membuat kata sandi. Portal ini akan menjadi sarana utama Anda selama proses pengajuan.
Langkah 3: Pilih Kategori Visa & Isi Formulir Pengajuan Di dalam portal, pilih "Short-Term Stay", lalu "Tourism - Single Entry (eVisa)". Setelah itu, Anda dapat mengisi formulir pengajuan secara digital. Formulir ini akan meminta data pribadi (nama, tanggal lahir, informasi paspor), rencana perjalanan (tanggal, akomodasi, tujuan kunjungan), serta informasi keuangan.
- Akurasi adalah hal utama: Periksa kembali setiap detail dan pastikan semuanya persis sesuai dengan paspor. Perbedaan sekecil apa pun dapat menyebabkan keterlambatan atau penolakan.
- Jelaskan rencana perjalanan secara spesifik: Cantumkan rencana perjalanan harian yang terperinci, meskipun masih berupa gambaran kasar. Hal ini menunjukkan tujuan kunjungan yang jelas dan membantu meyakinkan pihak berwenang bahwa Anda benar-benar bepergian sebagai wisatawan.
Langkah 4: Unggah Dokumen yang Diperlukan Di sinilah unsur āeā dalam eVisa berperan. Anda perlu mengunggah salinan pindaian seluruh dokumen pendukung. Pastikan dokumen jelas, mudah dibaca, serta mengikuti format file (biasanya PDF atau JPEG) dan batas ukuran yang ditentukan. Daftar lengkap dokumen tersedia di bagian berikutnya.
- Pindaian berkualitas tinggi: Dokumen yang buram atau tidak terbaca merupakan salah satu penyebab umum keterlambatan atau penolakan pengajuan.
- Rapikan file Anda: Beri nama dokumen dengan jelas (misalnya, "Passport Bio Page," "Flight Tickets," "Bank Statement") agar tidak membingungkan saat proses unggah.
Langkah 5: Bayar Biaya Visa secara Online Setelah semua formulir diisi dan dokumen diunggah, Anda akan menuju bagian pembayaran. Biaya visa pemerintah bagi warga negara India adalah ā¹500 (sekitar ą§³700 BDT) untuk visa wisata sekali masuk. Selain itu, agen terakreditasi atau VFS Global akan mengenakan biaya layanan, yang biasanya berkisar antara ā¹1,500 hingga ā¹2,200 (sekitar ą§³2,100 - ą§³3,100 BDT). Pembayaran biasanya dilakukan secara online menggunakan kartu kredit/debit atau metode pembayaran digital lainnya.
Langkah 6: Kirim Pengajuan & Tunggu Proses Setelah pembayaran berhasil, kirim pengajuan secara resmi melalui portal agen. Agen kemudian akan memeriksa kelengkapan dan keakuratan pengajuan sebelum menyerahkannya kepada perwakilan diplomatik Jepang.
- Waktu Pemrosesan: Waktu pemrosesan standar eVisa Jepang bagi warga India biasanya 4 hingga 7 hari kerja. Namun, pada musim perjalanan ramai (seperti musim bunga sakura atau daun musim gugur), atau jika diperlukan verifikasi tambahan, prosesnya dapat berlangsung hingga 10-14 hari kerja. Sebaiknya ajukan setidaknya 3-4 minggu sebelum tanggal perjalanan yang direncanakan.
- Tidak Ada Proses Dipercepat: Tidak tersedia pilihan pemrosesan cepat atau darurat. Rencanakan jauh-jauh hari agar tidak stres menjelang keberangkatan.
Langkah 7: Terima Visa Issuance Notice Setelah eVisa Anda disetujui, Anda akan menerima pemberitahuan melalui email. Selanjutnya, Anda perlu masuk kembali ke akun di portal agen atau sistem resmi JAPAN eVISA (sesuai arahan agen) untuk mengakses "Visa Issuance Notice." Pemberitahuan digital ini merupakan eVisa Anda yang sebenarnya.
Catatan Penting Saat Kedatangan:
- Anda wajib menampilkan "Visa Issuance Notice" di ponsel pintar atau tablet dengan koneksi internet aktif di bandara saat berangkat dari India/Bangladesh dan saat tiba di Jepang.
- File PDF, tangkapan layar, atau salinan cetak pemberitahuan ini TIDAK diterima. Pastikan perangkat Anda terisi daya dan memiliki koneksi internet yang stabil. Ini adalah hal penting yang sering terlewatkan oleh banyak pelancong.
Dengan mengikuti setiap langkah secara cermat dan memahami ketentuan tampilan digital tersebut, proses pengajuan eVisa Anda dapat berjalan lancar dan berhasil.
Daftar Periksa Dokumen: Menyiapkan Berkas Pengajuan eVisa
Seperti mempersiapkan diri untuk ujian penting, menyiapkan semua dokumen dengan rapi merupakan setengah dari keberhasilan pengajuan eVisa Jepang. Persyaratan eVisa pada dasarnya serupa dengan visa stiker tradisional, tetapi semua dokumen harus disediakan dalam format digital (salinan pindaian). Usahakan selalu menggunakan pindaian yang jelas dan beresolusi tinggi.
Berikut daftar lengkap dokumen yang perlu Anda unggah:
Paspor India yang Masih Berlaku:
- Salinan pindaian halaman biodata (halaman data yang memuat foto dan informasi pribadi).
- Harus berlaku setidaknya enam bulan setelah tanggal perjalanan yang direncanakan.
- Harus memiliki setidaknya dua halaman kosong untuk kemungkinan cap (meskipun eVisa tidak menggunakan halaman fisik, ini tetap merupakan persyaratan standar).
- Sertakan salinan pindaian yang jelas dari semua paspor yang pernah digunakan sebelumnya, jika ada, terutama yang memuat riwayat perjalanan internasional.
Formulir Pengajuan Visa Jepang:
- Formulir biasanya diisi secara online melalui portal agen terakreditasi. Pastikan semua kolom diisi dengan benar.
- Beberapa agen mungkin meminta versi formulir yang dicetak dan ditandatangani untuk dipindai dan diunggah.
Foto Terbaru Ukuran Paspor:
- Ukuran: 4.5 cm x 4.5 cm (format persegi, terkadang disebut 2x2 inci). Ini merupakan standar khusus Jepang dan berbeda dari ukuran foto paspor India pada umumnya (3.5 cm x 4.5 cm atau 3.5 cm x 3.5 cm di beberapa wilayah), jadi perhatikan baik-baik. Menggunakan ukuran yang salah merupakan salah satu alasan umum penolakan.
- Latar belakang: Latar belakang putih polos, tanpa bayangan atau pola.
- Kebaruan: Diambil dalam enam bulan terakhir.
- Ekspresi: Ekspresi wajah netral, mulut tertutup, mata terbuka dan menatap lurus ke kamera.
- Penutup kepala: Tidak boleh mengenakan topi atau penutup kepala (kecuali karena alasan agama; dalam hal ini seluruh wajah harus terlihat). Tidak boleh menggunakan kacamata (atau pastikan tidak ada pantulan/warna lensa jika kacamata dipakai).
- Cakupan wajah: Wajah harus memenuhi 70-80% area foto.
Tiket Pesawat Pulang-Pergi yang Terkonfirmasi:
- Pindaian yang jelas dari rencana penerbangan terkonfirmasi yang menunjukkan tanggal masuk dan keluar Jepang.
- Tiket harus menampilkan nama lengkap Anda yang sesuai dengan paspor.
Pemesanan Akomodasi yang Terkonfirmasi:
- Bukti reservasi hotel (atau akomodasi lainnya) untuk setiap malam selama Anda tinggal di Jepang. Ini wajib.
- Pastikan konfirmasi pemesanan mencantumkan nama semua pelancong, alamat hotel, dan detail kontak.
Rencana Perjalanan Harian yang Terperinci:
- Jadwal lengkap yang menjelaskan rencana Anda untuk setiap hari perjalanan. Cantumkan nama kota, tempat yang ingin dikunjungi, dan perkiraan waktu.
- Dokumen ini penting karena menunjukkan rencana perjalanan yang jelas dan membantu menilai bahwa tujuan Anda benar-benar sebagai wisatawan. Buatlah rencana yang realistis dan berikan detail yang memadai.
Dokumen Keuangan (Bukti Dana yang Memadai):
- Mutasi Rekening: Mutasi rekening bank asli (dicap dan ditandatangani oleh bank) untuk enam bulan terakhir. Beberapa yurisdiksi mungkin menerima tiga bulan.
- Saldo yang Disarankan: Meskipun tidak ada batas minimum resmi, umumnya disarankan untuk menunjukkan setidaknya ā¹1.5 - ā¹2 lakh (sekitar ą§³210,000 - ą§³280,000 BDT) per orang di rekening bank untuk menanggung biaya perjalanan. Riwayat transaksi yang konsisten juga penting.
- Surat Pemberitahuan Pajak Penghasilan (ITR): Salinan Income Tax Acknowledgement untuk dua hingga tiga tahun terakhir. Dokumen ini membuktikan kestabilan keuangan yang berkelanjutan.
- Mutasi Rekening: Mutasi rekening bank asli (dicap dan ditandatangani oleh bank) untuk enam bulan terakhir. Beberapa yurisdiksi mungkin menerima tiga bulan.
Bukti Pekerjaan/Profesi:
- Untuk Karyawan Bergaji:
- "No Objection Certificate" (NOC) asli atau surat cuti dari pemberi kerja di atas kop surat perusahaan, yang mencantumkan jabatan, gaji, tanggal cuti, serta pernyataan bahwa perusahaan tidak keberatan dengan perjalanan Anda.
- Slip gaji tiga bulan terakhir.
- Untuk Wiraswasta:
- Certificate of Incorporation atau Business Registration.
- Bukti kepemilikan atau kemitraan.
- Mutasi rekening perusahaan (jika ada).
- Untuk Pelajar:
- Surat dari institusi pendidikan yang mengonfirmasi status pendaftaran dan cuti yang disetujui.
- Dokumen keuangan orang tua/wali serta surat sponsor.
- Untuk Karyawan Bergaji:
Surat Pengantar (Pribadi):
- Surat bertanda tangan yang ditujukan kepada Visa Officer, menjelaskan tujuan perjalanan, tanggal perjalanan, serta meyakinkan mereka bahwa Anda akan kembali ke India/Bangladesh. Jelaskan secara singkat dengan siapa Anda bepergian dan alasan memilih Jepang.
Bukti Tempat Tinggal (Jika Berlaku):
- Jika paspor Anda diterbitkan di yurisdiksi yang berbeda dari tempat tinggal saat ini, Anda mungkin perlu memberikan bukti seperti perjanjian sewa, kartu Aadhaar, tagihan utilitas (listrik, gas), dan sebagainya.
Ingat, semakin jelas dan lengkap dokumen Anda, semakin lancar proses pengajuannya. Dokumen yang kurang atau tidak jelas dapat menyebabkan permintaan informasi tambahan dan secara signifikan memperpanjang waktu pemrosesan visa.
Menguraikan Biaya: Biaya eVisa Jepang bagi Pelancong India & Bangladesh
Salah satu hal paling menarik dari pengajuan visa Jepang sebagai warga negara India pada 2026 adalah biayanya yang sangat terjangkau. Sementara banyak destinasi internasional populer menerapkan struktur biaya visa yang rumit dan sering kali mahal, Jepang mempertahankan tarif konsesi yang sangat menguntungkan bagi pemegang paspor India. Hal ini membuat penyusunan anggaran petualangan Anda di Jepang menjadi jauh lebih mudah.
Biaya Visa Pemerintah bagi Warga Negara India:
Berlaku mulai April 1, 2026, dan kembali dikonfirmasi pada July 2026 meskipun terjadi kenaikan biaya secara global, biaya pemerintah untuk visa Jepang bagi warga negara India adalah:
- Visa Pengunjung Sementara Sekali Masuk (Wisata): ā¹500 (sekitar Ā„890, atau ą§³700 BDT)
- Visa Pengunjung Sementara Berkali-kali Masuk: ā¹500 (sekitar Ā„890, atau ą§³700 BDT)
Ya, Anda tidak salah baca ā visa sekali masuk dan visa berkali-kali masuk bagi warga negara India memiliki nominal biaya yang sama persis. Ini merupakan kebijakan yang sengaja diterapkan oleh Ministry of Foreign Affairs of Japan untuk menarik lebih banyak wisatawan India ke luar negeri dan nilainya jauh lebih rendah dibandingkan biaya yang harus dibayar sebagian besar kewarganegaraan lain. Sebagai perbandingan, visa Schengen dapat berharga sekitar ā¹13,000-ā¹16,000, sedangkan visa Inggris sekitar ā¹12,000-ā¹13,000. Hal ini menjadikan Jepang pilihan yang sangat hemat biaya dalam hal pengurusan visa.
Biaya Layanan Agen Terakreditasi/VFS Global:
Selain biaya visa pemerintah, Anda juga perlu membayar biaya layanan kepada agen yang diakreditasi MOFA atau VFS Global, tempat Anda mengajukan permohonan. Biaya ini mencakup layanan pengumpulan dokumen, pemrosesan, dan pengiriman pengajuan.
- Biaya Layanan Umum: Biasanya berkisar antara ā¹1,500 hingga ā¹2,200 (sekitar Ā„2,680 - Ā„3,930, atau ą§³2,100 - ą§³3,100 BDT).
Perkiraan Total Biaya eVisa Jepang (Wisata Sekali Masuk) bagi Warga Negara India:
| Item | Biaya dalam INR (perkiraan) | Biaya dalam JPY (perkiraan) | Biaya dalam BDT (perkiraan) |
|---|---|---|---|
| Biaya Visa Pemerintah Jepang | ā¹500 | Ā„890 | ą§³700 |
| Biaya Layanan Agen Terakreditasi/VFS | ā¹1,500 - ā¹2,200 | Ā„2,680 - Ā„3,930 | ą§³2,100 - ą§³3,100 |
| Perkiraan Total Biaya eVisa | ā¹2,000 - ā¹2,700 | Ā„3,570 - Ā„4,820 | ą§³2,800 - ą§³3,800 |
Kurs yang Digunakan: ~ā¹0.56 per Ā„1 (per 2026)
Catatan Penting bagi Pelancong Bangladesh:
Meskipun saat ini eVisa terutama ditujukan bagi warga India yang berdomisili di India dan mengajukan melalui agen terakreditasi, warga negara Bangladesh biasanya masih mengikuti jalur visa stiker tradisional melalui Kedutaan Besar Jepang di Bangladesh atau konsulatnya. Biaya visa bagi warga negara Bangladesh mungkin berbeda, sehingga penting untuk memeriksa situs web resmi Kedutaan Besar Jepang di Dhaka guna mendapatkan jadwal biaya terbaru. Namun, tujuan utama untuk meningkatkan pariwisata berarti Jepang tetap menjadi destinasi yang relatif mudah diakses.
Mengapa Biaya untuk Warga India Rendah?
Struktur biaya konsesi bagi warga India ini merupakan bagian dari kerangka pertukaran ekonomi dan budaya bilateral yang lebih luas antara Jepang dan India. Ini adalah langkah strategis untuk mendorong lebih banyak wisatawan India berkunjung ke Jepang, sejalan dengan Japan National Tourism Organization's (JN
Komentar
Belum ada ulasan ā jadilah yang pertama!
Artikel lain di wilayah ini ā Lainnya
Lihat semua ā
Penjemputan Bandara dengan Alphard dari Haneda atau Narita
8 min Ā· tips

Perjalanan Rombongan Melihat Daun Musim Gugur dengan Bus Sewa di Jepang
9 min Ā· tips

Fitur Bus Pariwisata Jepang: Wi-Fi, Karaoke, Toilet, dan Lainnya
9 min Ā· tips

Harga Sewa Minibus 29 Kursi di Jepang: Apa yang Perlu Diperkirakan
8 min Ā· tips