
Keadaan Darurat di Jepang
Panduan penting untuk menghadapi keadaan darurat medis, kepolisian, dan kedutaan di Jepang bagi wisatawan dari India dan Bangladesh. Mencakup kontak, biaya, serta bantuan saat paspor hilang.
10 Jul 2026·✍️ olablog·⏱ 18 menit baca
Panduan penting untuk menghadapi keadaan darurat medis, kepolisian, dan kedutaan di Jepang bagi wisatawan dari India dan Bangladesh. Mencakup kontak, biaya, serta bantuan saat paspor hilang.
Jepang adalah destinasi impian bagi banyak orang, negeri tempat tradisi kuno berpadu dengan keajaiban futuristis. Saat merencanakan perjalanan pertama atau kedua dari India atau Bangladesh, membayangkan kuil-kuil yang tenang atau jalanan Tokyo yang ramai, wajar jika Anda lebih berfokus pada hal-hal menyenangkan. Namun, wisatawan yang cermat juga mempersiapkan diri untuk hal-hal tak terduga. Meskipun Jepang memiliki salah satu masyarakat paling aman dan efisien di dunia, kejadian tak terduga seperti sakit mendadak atau paspor hilang tetap bisa terjadi. Mengetahui apa yang harus dilakukan dapat menghemat banyak stres, waktu, dan uang, terutama karena kunjungan rutin ke dokter bisa menelan biaya lebih dari ¥10,000 (sekitar ₹5,600) tanpa asuransi yang memadai. Panduan lengkap ini akan membekali Anda dengan informasi penting untuk menghadapi keadaan darurat medis, berurusan dengan polisi, serta mendapatkan bantuan konsuler dari Kedutaan Besar India dan Bangladesh.
Meminta Bantuan: Polisi (110) dan Medis/Kebakaran (119)
Sistem darurat Jepang menggunakan dua nomor khusus, seperti di banyak wilayah yang memiliki saluran terpisah untuk layanan yang berbeda. Berbeda dengan satu nomor darurat seperti 911 di Amerika Utara, Anda perlu mengingat 110 untuk polisi dan 119 untuk kebakaran serta keadaan darurat medis. Layanan ini tersedia 24/7, 365 hari dalam setahun.
Kapan Harus Menelepon 110 (Polisi)
Hubungi 110 untuk melaporkan kejahatan, kecelakaan lalu lintas, pencurian, atau kejadian apa pun yang memerlukan campur tangan polisi. Misalnya, jika dompet Anda dicuri di dalam kereta Tokyo Metro yang penuh sesak, atau Anda terlibat dalam kecelakaan kecil, hubungi 110. Dukungan bahasa Inggris umumnya tersedia, terutama di pusat-pusat kota besar, tetapi komunikasi mungkin memerlukan waktu sedikit lebih lama karena Anda bisa saja disambungkan ke penerjemah pihak ketiga. Sebaiknya Anda mampu menyebutkan lokasi dengan jelas. Untuk konsultasi kepolisian yang tidak darurat, Anda dapat menelepon #9110. Nomor ini berguna jika Anda tidak yakin apakah suatu situasi perlu dilaporkan kepada polisi.
Kapan Harus Menelepon 119 (Kebakaran dan Keadaan Darurat Medis)
Untuk keadaan darurat medis, sakit mendadak, cedera, atau melaporkan kebakaran, hubungi 119. Nomor ini akan menghubungkan Anda langsung ke pemadam kebakaran, yang kemudian mengirim ambulans. Transportasi ambulans di Jepang umumnya gratis, suatu keringanan besar dibandingkan banyak negara yang mengenakan biaya mahal untuk layanan ini. Namun, ingat bahwa meskipun perjalanan ambulans gratis, Anda tetap bertanggung jawab atas seluruh biaya medis di rumah sakit.
Saat menelepon 119, operator akan bertanya: "119 ban, kaji desuka? Kyukyu desuka?" (119, Kebakaran atau Darurat?). Untuk situasi medis, nyatakan dengan jelas "Kyukyu desu" (Ini keadaan darurat), atau "Kaji desu" (Ada kebakaran) jika terjadi kebakaran. Bersiaplah memberikan lokasi Anda sedetail mungkin, menjelaskan gejala atau apa yang terjadi, usia orang yang membutuhkan bantuan, serta nama dan detail kontak Anda. Berbicaralah dengan lambat dan jelas. Jika ada penutur bahasa Jepang di dekat Anda, mintalah bantuan mereka untuk berkomunikasi.
Untuk saran medis yang tidak mendesak, jika Anda tidak yakin apakah perlu ambulans, Anda dapat menghubungi #7119. Layanan ini membantu menentukan tindakan yang tepat sehingga sumber daya darurat tidak digunakan secara tidak semestinya.
Memahami Sistem Medis Jepang sebagai Wisatawan
Sistem kesehatan Jepang berkelas dunia, tetapi bagi wisatawan, cara kerjanya berbeda dengan yang berlaku bagi penduduk. Sebagai pengunjung jangka pendek, Anda tidak tercakup dalam National Health Insurance (NHI) Jepang, sehingga Anda harus menanggung 100% biaya medis. Karena itu, asuransi perjalanan yang komprehensif bukan sekadar rekomendasi, melainkan suatu keharusan.
Konsultasi Awal dan Biaya
Jika perlu menemui dokter untuk masalah yang tidak darurat, biasanya lebih baik mengunjungi klinik terlebih dahulu daripada rumah sakit besar. Banyak klinik kecil (dikenal sebagai kurinikku) menangani penyakit umum. Sebagian memiliki staf yang bisa berbahasa Inggris, tetapi hal ini tidak selalu tersedia. Rumah sakit besar, terutama rumah sakit universitas atau pusat medis lanjutan yang ditunjuk, sering mengenakan "biaya rujukan" (特別料金, tokubetsu ryōkin) jika Anda datang tanpa surat rujukan dari klinik. Biaya ini berkisar antara ¥5,000 hingga ¥7,000 (sekitar ₹2,800 hingga ₹3,920), di luar biaya konsultasi reguler.
Kunjungan rutin ke dokter dapat menelan biaya antara ¥5,000 dan ¥10,000 (sekitar ₹2,800 hingga ₹5,600) tanpa asuransi. Kunjungan ke dokter spesialis dapat berkisar antara ¥10,000 dan ¥20,000 (sekitar ₹5,600 hingga ₹11,200), belum termasuk tes atau tindakan. Tes darah dasar mungkin menambah biaya ¥10,000 hingga ¥15,000 (sekitar ₹5,600 hingga ₹8,400). Rawat inap jauh lebih mahal, dengan kamar bersama berbiaya sekitar ¥10,000 (sekitar ₹5,600) per malam dan kamar pribadi lebih dari ¥30,000 (sekitar ₹16,800) per malam, belum termasuk biaya perawatan. Perawatan darurat, tergantung tingkat keparahannya, dapat dengan mudah melebihi ¥500,000 (sekitar ₹280,000).
Pembayaran: Sebagian besar klinik Jepang, terutama klinik kecil, lebih memilih atau hanya menerima pembayaran tunai. Rumah sakit besar lebih mungkin menerima kartu kredit, tetapi sebaiknya Anda selalu membawa uang tunai yang cukup, mungkin ₹15,000-₹25,000 (¥20,000-¥50,000) untuk konsultasi awal, sebagai antisipasi. Beberapa rumah sakit mungkin meminta uang muka sebesar ¥10,000 hingga ¥30,000 (sekitar ₹5,600 hingga ₹16,800) jika staf penagihan tidak bertugas, terutama di luar jam kerja atau pada hari libur.
Bahasa dan Penerjemah
Kendala bahasa dapat menjadi kekhawatiran besar. Meskipun sejumlah tenaga medis di kota-kota besar dapat berbahasa Inggris, layanan ini belum tersedia secara universal. Banyak rumah sakit dan klinik kini menawarkan layanan penerjemahan melalui video atau telepon jarak jauh, yang sering kali gratis. Penerjemah medis profesional dilatih untuk menyampaikan informasi medis yang rumit secara akurat, hal yang sangat penting untuk diagnosis dan persetujuan tindakan berdasarkan informasi yang memadai. Layanan seperti AMDA International Medical Information Center dan JNTO Japan Visitor Hotline (050-3816-2787) dapat membantu Anda menemukan fasilitas medis yang memiliki layanan bahasa Inggris atau menghubungkan Anda dengan penerjemah.
Studi Kasus Singkat: Bayangkan Anda sedang menjelajahi Kyoto dan tiba-tiba mengalami sakit perut hebat. Anda menelepon JNTO Hotline, lalu diarahkan ke rumah sakit terdekat yang menyediakan layanan penerjemah bahasa Inggris. Setibanya di sana, Anda menunjukkan paspor dan detail asuransi perjalanan. Staf rumah sakit memfasilitasi panggilan tiga arah dengan penerjemah medis yang membantu Anda menjelaskan gejala kepada dokter. Setelah pemeriksaan dan beberapa tes, Anda didiagnosis mengalami infeksi ringan. Anda membayar tagihan sebesar ¥18,000 (sekitar ₹10,080) secara tunai, menerima resep, dan mendapatkan petunjuk tentang cara mengajukan penggantian biaya kepada asuransi perjalanan. Skenario ini menunjukkan pentingnya membawa uang tunai dan asuransi, serta mengetahui cara mengakses dukungan bahasa.
Asuransi Perjalanan: Perlindungan Finansial Anda
Bagi wisatawan dari India dan Bangladesh, polis asuransi perjalanan yang kuat bukan sekadar saran, melainkan kebutuhan. Asuransi berfungsi sebagai pelindung finansial dari biaya medis tak terduga yang dapat sangat besar bagi nonpenduduk.
Hal yang Perlu Dicari dalam Polis
Saat memilih asuransi perjalanan, pastikan polis tersebut mencakup:
- Keadaan darurat medis: Harus mencakup kunjungan dokter, rawat inap, operasi, dan perawatan darurat. Cari batas pertanggungan yang tinggi, idealnya lebih dari ¥5,000,000 (sekitar ₹28,00,000).
- Evakuasi medis: Dalam kasus parah, Anda mungkin perlu dipindahkan ke fasilitas yang lebih mampu menangani kondisi Anda, atau bahkan dipulangkan ke negara asal. Tanpa asuransi, biayanya bisa sangat mahal.
- Kondisi yang sudah ada sebelumnya: Jika Anda memiliki penyakit kronis, pastikan kondisi tersebut ditanggung.
- Bagasi/barang pribadi yang hilang atau dicuri: Meskipun bukan masalah medis, ini merupakan salah satu insiden perjalanan yang umum.
- Pembatalan/gangguan perjalanan: Menanggung kejadian tak terduga yang memaksa Anda membatalkan atau mempersingkat perjalanan.
Beberapa polis tingkat lanjut menawarkan layanan "pembayaran nontunai" atau "penagihan langsung", di mana pihak asuransi membayar rumah sakit secara langsung sehingga Anda tidak perlu mengeluarkan uang muka dalam jumlah besar. Tidak semua rumah sakit berpartisipasi, tetapi fitur ini sangat bermanfaat untuk dicari.
Mengajukan Klaim
Proses klaim biasanya mencakup langkah-langkah berikut:
- Dapatkan Perawatan Medis Terlebih Dahulu: Prioritas Anda selalu kesehatan. Jangan menunda perawatan hanya untuk mengurus asuransi. Dalam keadaan darurat, hubungi 119.
- Hubungi Perusahaan Asuransi: Sesegera mungkin, hubungi penyedia asuransi perjalanan Anda. Sebagian besar memiliki saluran bantuan 24/7 dengan dukungan bahasa Inggris. Mereka dapat memberi panduan mengenai fasilitas medis yang disetujui dan proses klaim.
- Simpan SEMUA Dokumen: Ini adalah langkah yang paling penting. Anda akan memerlukan:
- Surat keterangan medis berbahasa Inggris yang mencantumkan diagnosis, tanggal, dan tanda tangan dokter.
- Kuitansi terperinci untuk semua layanan, perawatan, dan obat-obatan.
- Detail kontak klinik/rumah sakit serta cap resmi.
- Laporan polisi jika keadaan darurat melibatkan kejahatan atau kecelakaan.
- Semua catatan komunikasi dengan perusahaan asuransi.
- Bukti pembayaran untuk biaya apa pun yang Anda tanggung sendiri. Banyak klinik Jepang secara default hanya menerbitkan dokumen dalam bahasa Jepang, jadi Anda mungkin perlu secara khusus meminta versi bahasa Inggris. Sebagian klinik lebih terbiasa menangani pasien internasional dan dapat menyediakannya.
- Bayar di Muka, Ajukan Klaim Kemudian: Dalam kebanyakan kasus, Anda akan membayar biaya medis terlebih dahulu, lalu meminta penggantian kepada perusahaan asuransi.
- Ajukan Klaim Segera: Sebagian besar perusahaan asuransi memiliki batas waktu pengajuan klaim (misalnya, dalam 90 hari).
Kesalahan yang Harus Dihindari:
- Asuransi yang terlalu rendah: Memilih polis murah dengan pertanggungan minimal dapat membuat Anda sangat rentan.
- Tidak membaca ketentuan secara saksama: Pahami pengecualian, terutama untuk aktivitas petualangan. Asuransi perjalanan dari kartu kredit sering memiliki pertanggungan rendah dan mengecualikan "aktivitas berbahaya."
- Dokumentasi tidak lengkap: Tanpa surat keterangan medis berbahasa Inggris dan kuitansi terperinci, klaim Anda dapat ditolak atau tertunda.
- Menganggap penagihan langsung tersedia: Jangan berasumsi rumah sakit akan menagih perusahaan asuransi luar negeri Anda secara langsung; bersiaplah untuk membayar di muka.
Kedutaan Besar India dan Bangladesh: Penolong Konsuler Anda
Kedutaan besar negara Anda masing-masing di Jepang merupakan sumber bantuan penting saat krisis, dengan berbagai layanan konsuler di luar pengurusan visa. Kedutaan adalah perwakilan pemerintah Anda dan dapat membantu berbagai hal, mulai dari paspor hilang hingga bantuan keuangan darurat.
Kedutaan Besar India di Jepang
Kedutaan Besar India di Tokyo merupakan kontak utama Anda untuk mendapatkan bantuan konsuler.
- Alamat: 2-2-11 Kudan Minami, Chiyoda-ku, Tokyo 102-0074, Japan.
- Telepon: Nomor untuk pertanyaan umum dan layanan konsuler tersedia di situs web resmi mereka. Untuk keadaan darurat, biasanya tersedia nomor hotline khusus 24/7 yang sebaiknya dicatat sebelum perjalanan. Selalu periksa situs web resmi Embassy of India in Tokyo untuk mendapatkan detail kontak dan nomor darurat terbaru.
- Layanan:
- Dokumen perjalanan darurat: Jika paspor Anda hilang atau dicuri, kedutaan dapat menerbitkan Emergency Certificate atau paspor baru.
- Bantuan konsuler: Memberikan panduan dan dukungan jika Anda ditangkap, ditahan, atau mengalami kecelakaan serius.
- Pemulangan: Membantu mengatur kepulangan ke India dalam keadaan yang sangat mendesak.
- Saran umum: Memberikan panduan mengenai hukum dan sumber daya setempat.
Kedutaan Besar Bangladesh di Jepang
Demikian pula, Kedutaan Besar Bangladesh di Tokyo melayani warga negara Bangladesh.
- Alamat: 3-9-3, Minami Azabu, Minato-ku, Tokyo 106-0047, Japan.
- Telepon: Nomor untuk pertanyaan umum dan layanan konsuler tersedia di situs web resmi mereka. Seperti Kedutaan Besar India, kedutaan ini biasanya menyediakan kontak darurat khusus untuk situasi mendesak. Pastikan informasi kontak terbaru di situs web resmi Embassy of Bangladesh in Tokyo.
- Layanan: Serupa dengan layanan Kedutaan Besar India, layanan tersebut mencakup:
- Penerbitan izin perjalanan atau paspor baru dalam keadaan darurat.
- Memberikan bantuan dan menjadi penghubung dengan otoritas setempat saat keadaan darurat.
- Membantu proses pemulangan jika diperlukan.
- Memberikan saran dan dukungan kepada warga negara Bangladesh.
Simpan selalu nomor kontak umum dan darurat kedutaan negara Anda di ponsel, serta simpan salinan fisiknya. Memberi tahu anggota keluarga di rumah mengenai detail ini juga merupakan langkah yang baik.
Panduan Paspor Hilang bagi Warga Negara India & Bangladesh
Kehilangan paspor saat bepergian bisa menjadi mimpi buruk, tetapi dengan rencana yang jelas, Anda dapat menjalani prosesnya secara efisien.
Langkah 1: Laporkan kepada Polisi Setempat (Koban)
Segera laporkan kehilangan atau pencurian paspor ke kantor polisi atau Koban (pos polisi setempat) terdekat. Petugas Koban umumnya sangat membantu, bahkan ketika terdapat kendala bahasa, dan dapat membantu membuat laporan barang hilang dan ditemukan. Anda perlu mendapatkan "Lost Property Report" (遺失物届, ishitsubutsu todoke) atau "Stolen Property Report" (盗難届, tōnan todoke). Dokumen ini sangat penting untuk kedutaan dan pengajuan klaim asuransi. Jangan lupa mencatat nomor laporan polisi.
Langkah 2: Hubungi Kedutaan Anda
Setelah memperoleh laporan polisi, segera hubungi Kedutaan Besar India atau Bangladesh di Tokyo. Jelaskan situasi Anda dan ikuti instruksi mereka. Mereka akan memandu Anda mengenai dokumen yang diperlukan untuk mendapatkan dokumen perjalanan darurat atau paspor baru.
Langkah 3: Siapkan Dokumen yang Diperlukan
Bagi warga India, Anda kemungkinan memerlukan:
- Salinan paspor yang hilang/dicuri (jika tersedia).
- Bukti kewarganegaraan India (misalnya, kartu Aadhar, SIM).
- Bukti rencana perjalanan (tiket pesawat, visa).
- Foto ukuran paspor (periksa spesifikasi kedutaan).
- Laporan polisi dari Jepang.
- Formulir permohonan paspor baru atau Emergency Certificate yang telah diisi.
- Biaya yang berlaku (misalnya, untuk Emergency Certificate: ~¥2,600, sekitar ₹1,456; untuk paspor baru, biayanya akan lebih tinggi, periksa situs web kedutaan).
Bagi warga Bangladesh, dokumen yang serupa akan diperlukan:
- Salinan paspor yang hilang/dicuri.
- Bukti kewarganegaraan Bangladesh.
- Rencana perjalanan.
- Foto ukuran paspor.
- Laporan polisi.
- Formulir permohonan dokumen perjalanan darurat atau paspor baru.
- Biaya yang berlaku.
Sangat disarankan untuk membawa salinan paspor, visa, tiket pesawat, dan dokumen penting lainnya, baik dalam bentuk fotokopi maupun digital, secara terpisah dari dokumen asli. Hal ini akan mempercepat proses secara signifikan.
Langkah 4: Pengajuan dan Pengambilan
Serahkan permohonan dan dokumen Anda ke kedutaan. Emergency Certificate (EC) biasanya diterbitkan lebih cepat daripada paspor penuh dan memungkinkan Anda kembali ke negara asal. Jika Anda perlu melanjutkan perjalanan di Jepang atau ke negara lain, Anda mungkin memerlukan paspor penuh, yang prosesnya lebih lama. Konfirmasikan waktu pemrosesan dan prosedur pengambilan kepada kedutaan.
Padanan Obat dan Aturan Apotek
Menggunakan apotek dan mencari obat di Jepang bisa cukup rumit, terutama karena aturan ketat untuk obat-obatan umum tertentu. Anda perlu memahami apa saja yang boleh dibawa dan dibeli.
Membawa Obat ke Jepang
Jepang memiliki undang-undang obat yang sangat ketat. Beberapa obat bebas (OTC) yang umum ditemukan di India atau Bangladesh, terutama yang mengandung stimulan seperti pseudoephedrine (terdapat dalam beberapa obat flu/alergi seperti Actifed, Sudafed) atau codeine, dilarang atau dibatasi secara ketat. Membawanya masuk, bahkan dengan resep yang sah dari negara asal, dapat menyebabkan penangkapan dan hukuman penjara.
- Obat OTC: Anda biasanya boleh membawa persediaan obat OTC yang diizinkan hingga dua bulan tanpa sertifikat impor (Yunyu Kakunin-sho).
- Obat Resep: Untuk obat resep, Anda biasanya boleh membawa persediaan hingga satu bulan. Anda harus membawa salinan resep dokter dan surat yang mencantumkan tujuan penggunaan obat, nama generik dan merek, dosis, serta kondisi medis Anda.
- Jumlah Lebih Besar atau Obat Tertentu: Jika perlu membawa obat resep lebih dari satu bulan, atau obat Anda melibatkan alat suntik maupun termasuk kategori yang dikendalikan (seperti narkotika atau psikotropika), Anda wajib mengajukan sertifikat impor (Yunyu Kakunin-sho) kepada Ministry of Health, Labour and Welfare (MHLW) sebelum bepergian. Proses ini dapat memakan waktu beberapa minggu, jadi ajukan jauh-jauh hari.
- Selalu Periksa: Situs web MHLW merupakan sumber utama untuk mengetahui peraturan terbaru. Jika ragu, kirim email ke yakkan@mhlw.go.jp dengan detail obat Anda (bahan aktif, nama, dosis, jumlah) jauh sebelum perjalanan.
Kesalahan yang Harus Dihindari: Jangan pernah berasumsi bahwa obat yang legal dan umum di India atau Bangladesh otomatis diizinkan di Jepang. Selalu lakukan verifikasi kepada MHLW.
Membeli Obat di Jepang: Apotek dan Toko Obat
Apotek Jepang dapat diandalkan, tetapi Anda tidak akan menemukan sistem "isi ulang resep" seperti di beberapa negara. Untuk obat yang harus dikonsumsi berkelanjutan, Anda perlu mendapatkan resep baru dari dokter Jepang.
- Jaringan Toko Obat: Jaringan toko obat besar seperti Matsumoto Kiyoshi, Welcia, Tsuruha Drug, dan Sundrug mudah ditemukan, sering kali berada di dekat stasiun kereta dan pusat perbelanjaan. Cari kanji 薬 (kusuri), yang berarti obat.
- Padanan Obat Bebas (OTC):
- Nyeri/Demam: Untuk sakit kepala, nyeri badan, atau demam, cari
Bufferin(berbahan dasar aspirin),Tylenol(parasetamol), atauEve(ibuprofen).Eve A Tabletsadalah obat pereda nyeri berbahan dasar ibuprofen yang populer. - Pilek/Flu:
Pabron Gold AdanS-tac Neo EXadalah obat flu umum yang menangani berbagai gejala seperti demam, sakit tenggorokan, dan batuk. - Sakit Perut/Gangguan Pencernaan:
Gaster 10untuk gangguan lambung,Stoppauntuk diare, danBiofermin(probiotik) untuk kesehatan usus tersedia secara luas. - Gigitan Serangga: Salep
Muhisangat populer untuk meredakan gatal dan bengkak akibat gigitan serangga.
- Nyeri/Demam: Untuk sakit kepala, nyeri badan, atau demam, cari
- Klasifikasi: Obat OTC di Jepang terbagi menjadi tiga kategori. Obat Kelas 1 memerlukan penjelasan dari apoteker dan biasanya disimpan di belakang konter. Obat Kelas 2 dan 3 lebih mudah diperoleh.
- Hanya dengan Resep: Banyak obat kuat, termasuk antibiotik, memerlukan resep dokter. Anda perlu membawa resep tersebut ke apotek terpisah untuk ditebus.
- Kekhawatiran Makanan & Obat: Jika Anda memiliki pantangan makanan (vegetarian/halal) dan membutuhkan obat, sampaikan hal ini kepada apoteker. Meskipun sebagian besar obat terdiri dari senyawa kimia, beberapa kapsul mungkin mengandung gelatin. Jika ragu, mintalah bentuk tablet atau cair.
Keselamatan Umum dan Insiden Ringan
Meskipun Jepang sangat aman, insiden kecil tetap dapat terjadi. Mengetahui cara menghadapinya dengan tenang dapat membuat perbedaan besar.
Barang Hilang dan Ditemukan
Sistem barang hilang dan ditemukan di Jepang sangat efisien. Jika Anda kehilangan sesuatu (ponsel, dompet, payung, bahkan tas di kereta), kemungkinan besar barang tersebut akan dikembalikan.
- Kereta/Bus: Hubungi petugas di stasiun tempat Anda kehilangan barang atau stasiun terminal jalur tersebut. JR dan perusahaan kereta swasta memiliki pusat barang hilang dan ditemukan masing-masing. (Anggap saja ini sebagai versi IRCTC untuk barang hilang yang lebih tertata, tetapi dengan tingkat keberhasilan yang jauh lebih tinggi).
- Tempat Umum: Untuk barang yang hilang di toko, restoran, atau jalan, laporkan kepada Koban terdekat. Mereka akan mencatat barang Anda dan menghubungi Anda jika barang tersebut ditemukan.
- Hotel: Jika baru menyadari kehilangan sesuatu setelah check-out, segera hubungi hotel.
Pencurian dan Kejahatan Kecil
Meskipun jarang, pencurian kecil tetap bisa terjadi.
- Laporkan kepada Polisi: Jika Anda menjadi korban pencurian, segera laporkan kepada polisi dengan menelepon 110 atau mendatangi Koban. Anda memerlukan laporan polisi untuk mengajukan klaim asuransi.
- Tetap Waspada: Meskipun Jepang aman, tetap perhatikan keadaan sekitar di kawasan wisata yang ramai, terutama saat festival atau jam sibuk, seperti ketika berada di pasar yang ramai di Delhi atau Dhaka.
Bencana Alam
Jepang rentan terhadap gempa bumi dan topan.
- Tetap Terinformasi: Hotel Anda biasanya akan memberikan informasi saat terjadi bencana alam. Ikuti berita lokal. Japan National Tourism Organization (JNTO) menyediakan sumber daya dan informasi selama keadaan darurat, termasuk "Japan Visitor Hotline" (050-3816-2787) yang dapat membantu dalam berbagai bahasa.
- Gempa Bumi: Jika gempa terjadi, tetap tenang. Jika berada di dalam ruangan, berlindunglah di bawah meja yang kokoh. Jika berada di luar ruangan, pindahlah ke area terbuka yang jauh dari bangunan.
- Topan (Tsuyu): Sama seperti musim hujan di India dan Bangladesh, Jepang mengalami musim hujan (tsuyu) dan topan. Ikuti informasi cuaca. Transportasi umum dapat terganggu saat cuaca buruk.
Poin-Poin Penting
- Hafalkan Nomor Darurat: 110 untuk polisi, 119 untuk kebakaran/ambulans. Gunakan #7119 untuk saran medis yang tidak mendesak.
- Berinvestasilah pada Asuransi Perjalanan: Asuransi tidak dapat ditawar untuk menanggung biaya medis yang berpotensi tinggi sebagai wisatawan. Pastikan polis mencakup keadaan darurat medis, evakuasi, dan memiliki proses klaim yang jelas.
- Bawa Dokumen Penting: Simpan salinan (fisik dan digital) paspor, visa, tiket pesawat, dan detail asuransi perjalanan secara terpisah dari dokumen asli.
- Ketahui Kontak Kedutaan: Simpan nomor kontak darurat dan alamat Kedutaan Besar India atau Bangladesh di Tokyo.
- Pahami Aturan Obat: Periksa dengan saksama situs web MHLW Jepang untuk mengetahui aturan membawa obat pribadi. JANGAN berasumsi bahwa obat umum dari negara asal diizinkan.
- Bawa Uang Tunai: Banyak klinik lebih memilih pembayaran tunai. Siapkan Yen Jepang (¥) yang cukup untuk konsultasi medis awal atau uang deposit.
- Dukungan Bahasa Tersedia: Jangan ragu meminta layanan penerjemah di rumah sakit atau menggunakan hotline seperti milik JNTO.
FAQ
T. Berapa perkiraan biaya kunjungan ke unit gawat darurat di Jepang tanpa asuransi? J. Kunjungan ke unit gawat darurat di Jepang tanpa asuransi perjalanan dapat dengan mudah menelan biaya lebih dari ¥40,000 (sekitar ₹22,400) untuk perawatan dasar, dan berpotensi mencapai ratusan ribu yen untuk kondisi yang lebih serius, karena wisatawan harus menanggung 100% tagihan medis.
T. Apakah saya dapat memilih rumah sakit yang dituju ambulans di Jepang? J. Tidak, biasanya Anda tidak dapat memilih rumah sakit. Petugas ambulans akan membawa Anda ke pusat medis terdekat dan paling sesuai berdasarkan gejala, kondisi, serta situasi yang dihadapi.
T. Apakah obat flu yang umum digunakan dari India/Bangladesh, seperti yang mengandung pseudoephedrine, diizinkan di Jepang? J. Tidak, banyak obat flu dan alergi umum yang mengandung stimulan seperti pseudoephedrine (misalnya, dalam Actifed, Sudafed) atau codeine dilarang keras di Jepang, bahkan jika disertai resep asing. Selalu periksa situs web Ministry of Health, Labour and Welfare (MHLW) atau kirim email kepada mereka sebelum bepergian.
T. Apa yang harus segera saya lakukan jika paspor hilang atau dicuri di Jepang? J. Pertama, laporkan kehilangan atau pencurian tersebut ke kantor polisi Jepang atau Koban terdekat untuk mendapatkan Lost/Stolen Property Report. Kemudian, segera hubungi kedutaan negara Anda (India atau Bangladesh) di Tokyo untuk mendapatkan panduan mengenai dokumen perjalanan darurat atau paspor baru.
T. Apakah saya bisa mendapatkan penerjemah medis di rumah sakit Jepang? J. Ya, banyak rumah sakit besar di Jepang, terutama di kawasan perkotaan, menawarkan layanan penerjemahan melalui video atau telepon jarak jauh, yang sering kali gratis. Layanan seperti AMDA International Medical Information Center dan JNTO Japan Visitor Hotline juga dapat membantu menghubungkan Anda dengan penerjemah atau fasilitas medis yang memiliki layanan bahasa Inggris.
Komentar
Belum ada ulasan — jadilah yang pertama!
Artikel lain di wilayah ini — Lainnya
Lihat semua →
Penjemputan Bandara dengan Alphard dari Haneda atau Narita
8 min · tips

Perjalanan Rombongan Melihat Daun Musim Gugur dengan Bus Sewa di Jepang
9 min · tips

Fitur Bus Pariwisata Jepang: Wi-Fi, Karaoke, Toilet, dan Lainnya
9 min · tips

Harga Sewa Minibus 29 Kursi di Jepang: Apa yang Perlu Diperkirakan
8 min · tips