
Panduan Lengkap Pesona Kepulauan Amakusa, Prefektur Kumamoto! Resor Indah dengan Keindahan Gugusan Pulau dan Sejarah yang Memukau
Kepulauan Amakusa (Amakusa Shoto) di Prefektur Kumamoto, yang dapat diakses dari daratan Kyushu melalui jembatan, adalah permata tersembunyi yang mempesona dengan lautnya yang indah, alam yang kaya, dan budaya sejarah yang unik. Kami akan memperkenalkan pengalaman tak terlupakan yang hanya bisa kamu rasakan di Amakusa, seperti Desa Sakitsu (Sakitsu Shuraku) yang merupakan Situs Warisan Dunia, pengamatan lumba-lumba, hidangan laut segar, dan pemandian air panas. Informasi akses dan waktu terbaik untuk berkunjung juga akan dijelaskan secara rinci.
5 Apr 2026·✍️ olablog·⏱ 9 menit baca
Kepulauan Amakusa (Amakusa Shoto) di Prefektur Kumamoto, yang dapat diakses dari daratan Kyushu melalui jembatan, adalah permata tersembunyi yang mempesona dengan lautnya yang indah, alam yang kaya, dan budaya sejarah yang unik. Kami akan memperkenalkan pengalaman tak terlupakan yang hanya bisa kamu rasakan di Amakusa, seperti Desa Sakitsu (Sakitsu Shuraku) yang merupakan Situs Warisan Dunia, pengamatan lumba-lumba, hidangan laut segar, dan pemandian air panas. Informasi akses dan waktu terbaik untuk berkunjung juga akan dijelaskan secara rinci.
Ketuk wilayah untuk melihat artikel
Kepulauan Amakusa (Amakusa Shoto) yang terletak di bagian barat daya Prefektur Kumamoto (Kumamoto-ken/Prefektur Kumamoto) adalah wilayah yang indah dengan gugusan lebih dari 120 pulau besar dan kecil, serta sejarah budaya Kristen yang kental. Dihubungkan dengan daratan Kyushu (Kyushu Hondo) melalui "Lima Jembatan Amakusa" (Amakusa Gokyo), kepulauan ini dapat diakses dengan mobil, menjadikannya resor tersembunyi yang menarik perhatian belakangan ini. Dengan lautnya yang berkilauan hijau zamrud, alam yang kaya, serta hidangan laut segar dan pemandian air panas, Kepulauan Amakusa memiliki banyak elemen yang memikat para pengunjung.
Dalam artikel ini, kami akan memperkenalkan informasi terperinci tentang Kepulauan Amakusa, mulai dari sejarah dan geografinya, aktivitas yang wajib dicoba, spot pemandangan indah, cara akses, hingga musim terbaik untuk berkunjung, agar kamu dapat menikmati kunjunganmu dengan lebih mendalam.
1. Apa Itu Kepulauan Amakusa? Sejarah dan Geografinya

Kepulauan Amakusa adalah gugusan pulau yang membentang di Prefektur Kumamoto dan Prefektur Kagoshima (Kagoshima-ken). Di sebelah utara berbatasan dengan Laut Ariake (Ariake-kai), di timur dan tenggara dengan Laut Yatsushiro (Yatsushiro-kai) atau Laut Shiranui (Shiranui-kai), dan di barat serta barat daya dengan Perairan Amakusa (Amakusa Nada) di Laut Cina Timur (Higashi Shina-kai). Kepulauan ini juga dikenal dengan nama lain "Reishu" (苓州), dan sesuai namanya, dicirikan oleh pulau-pulau indah yang kaya akan alam. Pulau-pulau utamanya adalah Shimoshima (下島), yang merupakan pulau terbesar ke-8 di Jepang di luar empat pulau utama dengan luas 574,01 kilometer persegi, dan Kamishima (上島). Selain itu, ada juga Nagashima (長島), Oyanojima (大矢野島), Shishijima (獅子島), Goshoura-jima (御所浦島), dan lain-lain.
Sejak zaman Jomon, telah ada jejak-jejak kehidupan manusia di sini. Pada abad pertengahan, lima penguasa yang dikenal sebagai "Amakusa Goninshu" (Lima Keluarga Amakusa) memerintah wilayah ini. Yang paling terkenal adalah "Pemberontakan Shimabara-Amakusa" (Shimabara-Amakusa Ikki) yang terjadi pada awal periode Edo. Di wilayah ini, di mana penyebaran agama Kristen sangat pesat, para petani yang menderita karena pajak yang berat dan penindasan terhadap umat Kristen bangkit memberontak dengan Amakusa Shiro (天草四郎) sebagai panglima tertinggi. Berdasarkan latar belakang sejarah ini, Kepulauan Amakusa juga dikenal sebagai "Pulau Kristen", dan hingga kini masih banyak gereja serta fasilitas terkait yang tersebar di sana.
Melalui penggabungan besar pada periode Heisei, saat ini Kepulauan Amakusa telah digabungkan menjadi 2 kota dan 1 kota kecil: Kota Amakusa (Amakusa-shi), Kota Kamiamakusa (Kamiamakusa-shi), dan Kota Reihoku (Reihoku-machi) di Distrik Amakusa (Amakusa-gun). Bahkan di Kota Amakusa saja, dibutuhkan lebih dari satu jam berkendara dari area Hondo (Hondo Chiku) tempat kantor walikota berada hingga area Ushibuka (Ushibuka Chiku) di selatan, menunjukkan betapa luasnya wilayah ini, dan kamu dapat menikmati budaya serta pemandangan yang berbeda di setiap daerah.
2. Aktivitas yang Wajib Dicoba di Kepulauan Amakusa

Di Kepulauan Amakusa, kamu dapat menikmati berbagai aktivitas yang memanfaatkan keindahan alamnya.
2-1. Pengamatan Lumba-lumba Liar dengan Tingkat Pertemuan Lebih dari 99%!
Jika kamu mengunjungi Kepulauan Amakusa, pengamatan lumba-lumba liar adalah pengalaman yang wajib kamu coba. Di lepas pantai Kota Itsuwa (Itsuwa-machi), Amakusa, terdapat sekitar 200 ekor lumba-lumba hidung botol Indo-Pasifik (Minami Handou Iruka) liar, dan dikatakan bahwa kemungkinan bertemu lumba-lumba sangat tinggi, yaitu lebih dari 99% sepanjang tahun. Melihat lumba-lumba berenang dan melompat dari dekat di atas kapal pasti akan menjadi pengalaman yang mengesankan bagi orang dewasa maupun anak-anak.
- Titik Keberangkatan Utama: Sekitar Pelabuhan Perikanan Futae (Futae Gyoko), Kota Itsuwa, Amakusa
- Durasi: Sekitar 1 jam – 1 jam 30 menit
- Perkiraan Biaya: Dewasa sekitar Rp300.000 – Rp400.000, Anak-anak sekitar Rp200.000 (bervariasi tergantung perusahaan tur). Harga dalam IDR adalah perkiraan berdasarkan kurs JPY saat ini.
- Pemesanan: Disarankan untuk melakukan pemesanan terlebih dahulu.
2-2. Menyentuh Sejarah dan Budaya di Situs Warisan Dunia "Desa Sakitsu"
"Desa Sakitsu" (Sakitsu Shuraku), yang terdaftar sebagai Situs Warisan Budaya Dunia UNESCO sebagai bagian dari "Situs-situs Kristen Tersembunyi di Wilayah Nagasaki dan Amakusa" (Nagasaki to Amakusa Chiho no Senpuku Kirishitan Kanren Isan), adalah desa nelayan kecil yang terletak di bagian selatan Kepulauan Amakusa. Ini adalah tempat berharga yang menceritakan sejarah umat Kristen tersembunyi yang tetap mempertahankan iman mereka selama periode larangan agama. "Gereja Sakitsu" (Sakitsu Kyokai) yang berada di pusat desa memiliki interior beralas tatami yang khas, menciptakan ruang unik yang memadukan gaya Jepang dan Barat.
- Alamat: Sakitsu, Kawauramachi, Amakusa-shi, Kumamoto-ken
- Akses: Sekitar 1 jam dengan mobil dari Bandara Amakusa (Amakusa Kuko), sekitar 1 jam 15 menit dengan bus dari Terminal Bus Amakusa Hondo (Amakusa Hondo Bus Center)
- Waktu Kunjungan: Mungkin diperlukan pemberitahuan sebelumnya untuk kunjungan ke dalam gereja.
- Biaya: Gratis (sumbangan untuk pemeliharaan gereja bersifat sukarela)
2-3. Belajar Sejarah di Museum Kristen Amakusa
Bagi kamu yang ingin mengetahui lebih dalam sejarah Kristen di Amakusa, "Museum Kristen Amakusa" (Amakusa Kirishitan-kan) sangat direkomendasikan. Museum ini memamerkan sekitar 200 benda berharga, termasuk bendera perang (Jinchu-bata) Amakusa Shiro (Warisan Budaya Penting Nasional), Fumie (踏絵/papan injak), dan Maria Kannon (マリア観音). Pameran yang terbagi dalam empat zona ini menjelaskan dengan mudah sejarah iman, mulai dari masuknya budaya Nanban (Nanban Bunka/Budaya Eropa Selatan) hingga pemberontakan dan setelahnya.
- Alamat: 19-52 Funa-no-o-machi, Amakusa-shi, Kumamoto-ken
- Jam Buka: 09.00 – 17.00 (pintu masuk terakhir 16.30)
- Hari Tutup: Selasa (jika hari libur nasional, tutup pada hari kerja berikutnya), 30 Desember – 1 Januari
- Biaya Masuk: Umum Rp30.000, Siswa SMA Rp20.000, Siswa SD/SMP Rp15.000 (tersedia diskon rombongan). Harga dalam IDR adalah perkiraan.
- Akses: Sekitar 15 menit dengan mobil dari Bandara Amakusa, sekitar 1 jam 40 menit dengan mobil dari Matsubase IC (Matsubase Inter Change) di Kyushu Expressway (Kyushu Jidoshado)
- Perkiraan Durasi Kunjungan: 30 menit – 60 menit
3. Spot Pemandangan Indah di Amakusa

Kepulauan Amakusa memiliki banyak spot dengan pemandangan indah yang menakjubkan.
3-1. Berkendara di Amakusa Pearl Line (Lima Jembatan Amakusa)
"Lima Jembatan Amakusa" (Amakusa Gokyo) yang menghubungkan daratan Kyushu dengan pulau-pulau Amakusa, juga dikenal sebagai "Amakusa Pearl Line" (Amakusa Pearl Line). Ini adalah jalan indah di mana kamu dapat menikmati perjalanan yang menyegarkan sambil mengagumi keindahan gugusan pulau Amakusa Matsushima (Amakusa Matsushima), salah satu dari "Tiga Matsushima Terbesar di Jepang" (Nihon Sandai Matsushima). Kelima jembatan ini memiliki struktur dan desain yang berbeda, dan harmonisasi dengan pemandangannya sangat menakjubkan. Terutama saat senja, matahari terbenam yang tenggelam di cakrawala mewarnai laut dengan warna keemasan, menciptakan pemandangan yang mengharukan.
- Ruas: Sepanjang Rute Nasional 266 dari Oyano-machi, Kamiamakusa-shi, Kumamoto-ken hingga Matsushima-machi
- Total Panjang: Sekitar 17,4 km
- Daya Tarik: Dari Dek Observasi Gunung Takabuto (Takabuto-yama Tenbosho), kamu dapat melihat pemandangan panorama Amakusa Matsushima dan Lima Jembatan Amakusa secara keseluruhan.
3-2. Mengagumi Formasi Batuan Aneh dan Matahari Terbenam dari Dek Observasi Onigaura
"Dek Observasi Onigaura" (Onigaura Tenbosho) adalah salah satu spot pemandangan indah di pantai barat Amakusa, di mana kamu dapat melihat dari dekat keindahan formasi batuan aneh yang diciptakan oleh ombak ganas Perairan Amakusa (Amakusa Nada). Tempat ini juga terpilih sebagai salah satu dari "100 Pemandangan Matahari Terbenam Terbaik Jepang" (Nihon no Yuhi Hyakusen), dan pemandangan romantis matahari terbenam yang tenggelam di cakrawala wajib kamu saksikan. Terdapat jalur pejalan kaki yang terawat dari dek observasi, memungkinkan kamu turun ke garis pantai dan merasakan kekuatan formasi batuan aneh secara langsung.
- Alamat: Shimoda Kita, Amakusa-machi, Amakusa-shi, Kumamoto-ken
- Akses: Sekitar 50 menit dengan mobil dari Bandara Amakusa, sekitar 2 jam 40 menit dengan mobil dari Kota Kumamoto (Kumamoto-shi)
- Parkir: Tersedia (sekitar 15 mobil)
3-3. Gerbang Torii Langit "Kuil Kuratake"
Di puncak Gunung Kuratake (Kuratake), gunung tertinggi di Kepulauan Amakusa dengan ketinggian 682m, terdapat "Kuil Kuratake" (Kuratake Jinja). Belakangan ini, kuil ini menarik perhatian di media sosial sebagai "Gerbang Torii Langit" (Tenku no Torii). Komposisi foto yang memperlihatkan laut, langit, dan pulau-pulau yang mengapung di laut yang tenang melalui gerbang torii menciptakan foto-foto fantastis seolah-olah gerbang torii melayang di udara. Meskipun jalan menuju puncak sempit dan curam, terdapat area parkir tepat di bawah puncak, dan setelah menaiki beberapa anak tangga, pemandangan indah akan terhampar di hadapanmu.
- Alamat: Miyata, Kuratake-machi, Amakusa-shi, Kumamoto-ken
- Akses: Sekitar 1 jam 15 menit dengan mobil dari Bandara Amakusa, sekitar 20 menit dengan mobil dari kaki gunung
- Parkir: Tersedia (area parkir tepat di bawah puncak gunung)
4. Menikmati Kelezatan Kuliner Amakusa
Dikelilingi oleh laut yang kaya, Kepulauan Amakusa dikenal sebagai "harta karun hasil laut". Hidangan yang menggunakan berbagai jenis makanan laut segar adalah salah satu daya tarik utama wisata Amakusa.
- Udang Karang Ise (Ise Ebi): Musimnya sekitar September hingga Mei, dapat dinikmati secara mewah sebagai sashimi atau panggang gaya "Onigawara-yaki".
- Buluh Babi (Uni): Beberapa jenis buluh babi ditangkap di Amakusa sepanjang tahun, tetapi buluh babi merah (Aka Uni) yang ditangkap sekitar Juli hingga September sangat populer karena rasanya yang kaya.
- Udang Kuruma (Kuruma Ebi): Amakusa adalah tempat asal budidaya udang kuruma, dan volume produksinya termasuk yang tertinggi di Jepang. Udang alami musimnya di musim panas, sedangkan udang budidaya di musim gugur hingga musim dingin.
- Gurita (Tako): Gurita Amakusa yang tumbuh di arus deras memiliki tekstur kenyal dan dapat dinikmati sebagai nasi gurita (Tako Meshi) atau sashimi.
Banyak restoran yang menyajikan hidangan laut segar ini tersebar di Kepulauan Amakusa. Secara khusus, "Kaisen-ya Fukushin" (海鮮家 福伸) di Matsushima-machi, Kota Kamiamakusa, dan "Ikesu Ryori Toraya" (いけす料理 とらや) di Kota Amakusa, sangat direkomendasikan sebagai restoran populer di mana kamu dapat menikmati hidangan laut segar langsung dari tangkapan lokal. Nikmati berbagai cita rasa Amakusa dalam bentuk donburi seafood (Kaisendon), sushi, dan banyak lagi.
Mengingat sebagian besar hidangan di Amakusa adalah hidangan laut segar, umumnya cocok untuk wisatawan Muslim. Namun, disarankan untuk selalu menanyakan kepada staf restoran mengenai bahan-bahan atau metode memasak jika kamu memiliki kekhawatiran khusus terkait halal, terutama untuk saus atau bumbu yang mungkin mengandung bahan non-halal.
5. Akses ke Kepulauan Amakusa dan Transportasi di Dalam Pulau
Akses ke Kepulauan Amakusa dapat dilakukan dengan berbagai cara, termasuk pesawat terbang, JR (Japan Railways), bus ekspres, dan feri. Untuk transportasi di dalam pulau, menyewa mobil adalah yang paling nyaman.
5-1. Cara Akses dari Kota-kota Besar
| Item | Detail |
|---|
Komentar
Belum ada ulasan — jadilah yang pertama!



