Uji, Kota Matcha, dalam Satu Hari
Phoenix Hall saat baru buka, matcha yang dikocok langsung oleh pedagang teh kuno, aula kuil Shinto tertua di Jepang, dan jalan-jalan menyusuri sungai menuju lereng perkebunan teh.
Last updated 2026-09-03 · 1-day self-guided plan

Uji & Byodo-in
Teh hijau, sungai, dan kuil pada koin sepuluh yen
Bagi para penikmat teh dan siapa saja yang menginginkan liburan santai setengah hari di luar Kyoto yang hemat biaya dan tidak pernah terasa padat setelah jam pertama.
1Byodo-in Phoenix Hall
Kereta cepat JR Nara Line membutuhkan waktu sekitar 20 menit dari Stasiun Kyoto ke Uji; dari stasiun, cukup berjalan kaki 10 menit menyusuri Byodo-in Omotesando. Tiba sekitar pukul 09.00 saat gerbang dibuka. Phoenix Hall, yang tergambar pada koin sepuluh yen, berdiri megah di atas kolam pantulnya; kunjungan ke bagian dalam memerlukan tiket terpisah dengan jadwal tertentu yang dijual di pintu masuk, dan Museum Hoshokan menyimpan patung asli burung phoenix serta lonceng kuil.
1 JamCost: ¥500–1.000
2Omotesando tea shops
Kembali ke jalan utama menuju kuil, para pedagang teh kuno—Nakamura Tokichi, Ito Kyuemon, dan Tsuen di dekat jembatan—memanggang dan menggiling teh langsung di tempat. Sekitar pukul 10.30, duduklah untuk menikmati semangkuk usucha yang dikocok segar sesuai pesanan lengkap dengan kudapan manis matcha; beberapa toko bahkan memperbolehkan Anda mengocok mangkuk Anda sendiri di meja. Belilah sekaleng matcha Uji di sini daripada di stasiun.
1 JamCost: ¥1.000–2.000- 3
Uji Bridge and Ujigami Shrine
Seberangi Sungai Uji melalui Uji Bridge, salah satu jembatan tertua di Jepang, lalu ikuti tepi timur ke arah hulu melewati monumen Tale of Genji menuju Ujigami Shrine, yang aula utamanya merupakan bangunan kuil Shinto tertua yang masih berdiri kokoh di negara ini. Tempatnya kecil, sederhana, dan biasanya sepi pengunjung. Museum Tale of Genji yang berjarak beberapa menit dari sana menjelaskan bab-bab terakhir dari novel tersebut, yang berlatar tempat di Uji.
1 JamCost: Gratis
4Riverside lunch and Kosho-ji
Nikmati cha-soba, mi teh hijau, di restoran tepi sungai sekitar pukul 12.30, lalu berjalanlah menyusuri tepi timur menuju Kosho-ji, sebuah kuil Zen dengan jalan setapak berdinding batu panjang yang dinaungi deretan pohon mapel. Di baliknya, gang-gang kecil menanjak menuju kebun-kebun teh mungil di lereng atas sungai; mulai awal Mei, tunas-tunas muda dinaungi jaring hitam, proses inilah yang memberikan rasa manis khas pada matcha Uji.
1,5 JamCost: ¥1.500–2.500- 5
River islands and Taihoan tea house
Menyeberanglah ke pulau-pulau di tengah sungai melalui Jembatan Asagiri, tempat perahu nelayan penangkap ikan kormoran bersandar untuk pertunjukan malam di musim panas, lalu kembali ke tepi barat. Taihoan, kedai teh milik pemerintah kota di samping Byodo-in, menyajikan upacara minum teh formal singkat dengan harga terjangkau tanpa perlu reservasi hingga sore menjelang petang. Kereta menuju Kyoto berangkat setiap beberapa menit sekali.
1 JamCost: ¥500–1.500
Day 1 Estimated Cost
- Makanan & teh¥3.000–5.000
- Transportasi¥500–800
- Tiket masuk¥1.000–2.000
Tips
Naiklah kereta cepat JR Nara Line, bukan kereta lokal: kereta ini tidak berhenti di setiap stasiun dan menempuh rute Kyoto ke Uji dalam waktu sekitar 20 menit; stasiun Keihan Uji lebih dekat ke sungai jika Anda datang dari arah Gion.
Rute sepanjang hari ini medannya datar dan dalam radius 2 km dari stasiun; satu-satunya tanjakan adalah jalan kecil di atas Kosho-ji, jadi sepatu jalan biasa sudah cukup memadai.
Pesan matcha jenis usucha untuk mencicipi mutunya; latte dan es krim soft serve menyamarkan perbedaan rasa antara teh kaleng murah dan teh berkualitas tinggi.
Refleksi Phoenix Hall membutuhkan air yang tenang dan cahaya pagi; angin mulai bertiup kencang setelah tengah hari dan permukaan kolam akan kehilangan efek cerminnya.